Selain Kasur, Ini Penyebab Kebakaran di Tangsel 2 Hari Belum Padam

Asap pekat membuat warga terganggu.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 04 September 2026, 19:32 WIB
Kebakaran di Tangsel

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran di lahan kosong seluas satu hektare di Jalan Tarumanagara, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terjadi selama dua hari, sejak Kamis (3/9/2026) siang hingga hari ini, Jumat (4//92026).

Kabid Ops Damkar Tangsel Omay Komarudin menuturkan, kebakaran terjadi berdasarkan laporan yang masuk ke Damkar pada Kamis, skeitar pukul 11.00 WIB siang. Lahan kosong yang sudah lama tak berpenghuni itu tiba-tiba saja mengeluarkan asap pekat yang semakin lama semakin menyebar.

"Saat itu warga menyadari kalau tumpukan sampah di lahan itu terbakar. Jadi sebenarnya mungkin yang punya ingin nguruk pakai tanah. Akan tetapi di lapangan ternyata mungkin ada dari warga mana yang ngirim sampah ke sini, akhirnya sampah dibuang di situ,"ungkap Omay.

Jadi segala macam sampah ada di lahan tersebut. Seperti sampah kayu, lemari sampai kasur springbed.

"Menurut yang saya tanya ke RT setempat, itu bukan warga sini yang ngebuang sampah,"ujarnya.

Sampah-sampah itulah yang akhirnya terbakar menimbulkan asap pekat selama dua hari terakhir ini. Padahal, menurut Omay, api sempat padam, namun karena lahannya gambut dan ada tumpukan sampah di dalamnya yang masih mudah terbakar, api pun muncul Kembali.

 "Ini dalam, kurang lebih 3 meter kedalaman titik apinya. Nah, ini yang di bawah tetap menyala, ya kan. Yang di bawah tetap menyala, nah makanya kami minta bantuan dari DLH dan DSDA untuk mengirim alat berat backhoe. Karena tanpa diurai oleh beckhoe, 100 atau 1.000 unit pemadam kebakaran tidak akan padam, karena tidak terurai dan tidak sampai ke titik api,"ujarnya.

Akibatnya, asap pun sampai ke permukiman dan sekolah yang berdekatan dengan lokasi. Kapolsek Ciputat Kompol Bambang AS pun mengimbau agar sekolah diliburkan.

"Kami sudah berikan imbauan kepada sekolah yang berdekatan SMK Kesehatan Nusantara untuk sementara meliburkan siswanya, kedepannya efek asap kebakaran ini yang akan mengganggu pada saluran pernapasan. Kami bersama pihak kelurahan dan koramil tadi sudah mendirikan posko untuk memberikan pelayanan kepada petugas masyarakat itu yang terpenting," tuturnya.

Lalu, pihaknya juga membagikan masker kepada masyarakat setempat ataupun yang tengah lewat. Sebab dampak asap pekat yang ditimbulkan amatlah berbahaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya