Hujan Akhirnya Menyapa Pontianak

Selain membasahi tanah lama kering, hujan juga membuat udara terasa lebih segar setelah sebelumnya kota diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 04 September 2026, 19:29 WIB
Pontianak diguyur hujan. (Foto Antara).

Liputan6.com, Jakarta - Setelah lebih dari sebulan menanti, warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya kembali merasakan guyuran hujan pada Jumat (4/9/2026) sore.

Hujan yang turun cukup deras di sejumlah kawasan itu disambut antusias warga. Selain membasahi tanah yang lama kering, hujan juga membuat udara terasa lebih segar setelah sebelumnya kota diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Alhamdulillah di Jalan Rajawali Pontianak, tempat kami hujan. Yang ditunggu tiba," ujar Ario, warga Kecamatan Pontianak Kota, Jumat (4/9/2026).

Menurut Ario, hujan berlangsung cukup deras meski hanya sekitar 10 menit. Kendati singkat, turunnya hujan memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang sebelumnya harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap karhutla.

"Dengan mulai hujan ini kan membawa harapan, ada hujan turun lagi. Ini hujan perdana, pertanda musim hujan tiba," kata Ario, demikian dikutip dari Antara.

Rasa syukur juga disampaikan Eko, warga kawasan Kota Baru, Pontianak Selatan. Dia berharap hujan tersebut dapat membantu mengurangi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

"Sangat bersyukur akhirnya hujan. Dengan hujan tanah basah, udara segar dan harapan karhutla bisa padam," kata Eko.

Sebelumnya, Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dilanda kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Provinsi Kalbar bersama Pemerintah Kota Pontianak dan sejumlah pihak sebelumnya terus melakukan upaya penanganan karhutla serta dampak yang ditimbulkan.Operasi modifikasi cuaca (OMC) berulang kali disiapkan namun belum ada bibit awan hujan, sehingga proses itu terkendala. Namun pada akhirnya hari ini hujan sudah dapat turun di sejumlah kawasan.

Pemerintah Kota Pontianak juga melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat, di antaranya mengampanyekan penggunaan masker, penyediaan air bersih, serta menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyampaikan pemerintah kota terus melakukan langkah penanganan dampak kabut asap dan karhutla bersama instansi terkait serta pihak lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya