Kunci Kemenangan Telak Arema FC di Laga Pembuka BRI Super League

Arema FC menaklukkan Isenmulang Kalteng FC 4-0 di Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026).

oleh Iwan SetiawanDiterbitkan 04 September 2026, 19:24 WIB
Gelandang Arema FC, Gustavo Franca, berusaha melewati kawalan gelandang Isenmulang Kalteng FC, Brayen Pondaag, dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta - Arema FC membuka BRI Super League 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026). Hasil pada laga perdana itu mengantar tim berjulukan Singo Edan ke puncak klasemen.

Empat gol Arema dicetak oleh Ahmad Alfarizi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra.

Selain tampil efektif, lawan yang dihadapi merupakan tim promosi. Isenmulang Kalteng juga sempat terganggu persiapannya karena tidak bisa memaksimalkan latihan di Palangkaraya akibat asap kebakaran hutan.


Kerja Keras Diakui Pelatih

Marcos Vinicius merayakan gol yang dicetaknya ketika Arema FC menjamu Isenmulang Kalteng FC pada laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan kemenangan ini lahir dari kerja keras skuadnya. Singo Edan langsung menekan sejak sepak mula dan menjaga intensitas permainan.

Arema mengunci tiga gol pada babak pertama, lalu menambah satu gol setelah jeda ketika tempo permainan menurun.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada pemain dan staf. Mereka sudah bekerja keras selama persiapan. Sebenarnya ini bukan pertandingan yang mudah. Karena laga pertama. Namun, mereka bisa melewatinya dengan baik,” kata pelatih asal Brasil tersebut selepas laga.


Strategi Tanpa Striker dan Bola Mati

Arema memulai pertandingan tanpa penyerang murni. Striker asal Brasil, Gustavo Henrique, masih dalam pemulihan cedera, sementara Mauro Zijlstra yang dipinjam dari Persija Jakarta baru dua pekan berlatih sehingga baru dimainkan pada babak kedua.

Formasi tanpa ujung tombak membuat lini depan Arema sulit ditebak. Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Marcos Vinicius kerap bertukar posisi untuk membuka ruang dan mengacaukan penjagaan.

Dukungan dari lini kedua juga hadir pada momen krusial. Gol pembuka dicetak bek kiri sekaligus kapten, Ahmad Alfarizi, yang masuk ke kotak penalti saat momentum menyerang tercipta.

Skema tanpa striker murni bukan keputusan mendadak. Pola ini sudah diasah sejak Piala Presiden 2026 dan berlanjut dalam uji coba melawan klub Liga 2 di Malang, yakni RANS Nusantara FC dan Deltras Sidoarjo, sehingga para pemain terbiasa mengeksekusinya.

Arema juga memaksimalkan situasi bola mati. Tiga dari empat gol ke gawang Isenmulang Kalteng berawal dari sepak pojok, didukung keberadaan pemain-pemain bertubuh jangkung seperti Diego Landis, Walisson Maia, dan Julian Guevara yang menyulitkan pertahanan lawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya