Banjarbaru Buka Rumah Oksigen 24 Jam Hadapi Kabut Asap

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 04 September 2026, 18:30 WIB
Kepolisian buka posko kesehatan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan. (Foto Antara).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menyiapkan rumah oksigen sebagai langkah cepat membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap karhutla yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dr Ani Rusmila mengatakan rumah oksigen disiapkan untuk memberikan pertolongan awal secara cepat sebelum warga memperoleh penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

“Rumah oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,” ujar Ani di Banjarbaru, Jumat (4/9/2026).

 

Rumah Oksigen Setiap Puskesmas

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menyediakan rumah oksigen sesuai kemampuan dan jenis pelayanan masing-masing sebagai upaya memperluas akses pertolongan bagi warga terdampak kabut asap.

Selain itu, rumah oksigen yang beroperasi di PSC Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka memberikan pelayanan selama 24 jam, sedangkan puskesmas lainnya menyesuaikan pelayanan dengan jam operasional masing-masing.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi garda pertolongan awal bagi warga yang mulai mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan setelah terpapar asap, sehingga kondisi dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih serius.

Namun, menurut Ani, masyarakat tetap diminta mengutamakan pencegahan dengan mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki risiko gangguan pernapasan.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum air yang cukup,” kata Ani.

Pemkot Banjarbaru menegaskan rumah oksigen bukan pengganti layanan kesehatan lanjutan, melainkan fasilitas pertolongan awal untuk membantu warga mendapatkan oksigen secara gratis sebelum memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut jika kondisi membutuhkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya