Bukan Eropa atau Jepang, ini Negara Paling Dermawan di Dunia!

Hasil survei global ungkap kontras mengejutkan: warga di negara berkembang justru menyisihkan persentase pendapatan jauh lebih besar untuk beramal.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 05 September 2026, 21:30 WIB
Berikut adalah rincian negara paling dermawan di dunia, di mana 10 posisi tertinggi diisi negara Afrika dan Asia. (Wikimedia)

Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan survei kedermawanan global, Nigeria berhasil menduduki posisi teratas sebagai negara paling dermawan di dunia. Warganya mencatatkan rata-rata donasi sebesar 2,8 persen dari total pendapatan harian maupun bulanan mereka untuk lembaga amal, kegiatan keagamaan, hingga bantuan langsung kepada pihak yang membutuhkan.

Dikutip dari EuroNews, Sabtu (5/9/2026), temuan ini menunjukkan kontras yang sangat mengejutkan jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Seluruh negara yang masuk dalam daftar 10 besar paling dermawan justru berasal dari kategori negara berpendapatan rendah hingga menengah ke bawah. Sebaliknya, kawasan Eropa mencatatkan angka proporsi donasi amal terendah dibandingkan benua lainnya.

Jika diukur dari persentase pendapatan harian, warga Eropa rata-rata hanya menyisihkan 0,6 persen dari pendapatan mereka untuk beramal—berada di bawah rata-rata global sebesar 1 persen—meski benua tersebut didominasi oleh negara-negara berilmu ekonomi maju.

Secara geografis, delapan dari 10 negara terdermawan berada di benua Afrika, sedangkan dua lainnya terletak di Asia. Di negara-negara tersebut, sebanyak 80 persen warganya rutin beramal (dibandingkan rata-rata global 61 persen) dengan porsi sumbangan mencapai 2,1 persen dari pendapatan. Menariknya, donatur di negara berkembang ini memberikan hampir separuh atau sekitar 45 persen dari dana amal mereka secara langsung kepada individu maupun keluarga yang membutuhkan.

 

Jepang Catat Proporsi Donasi Terendah

Pertokoan di area Shinjuku, Tokyo, Jepang. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Di sisi lain, Jepang mencatatkan proporsi donasi terendah dari total 105 negara yang disurvei, di mana warganya hanya mendonasikan rata-rata 0,2 persen dari pendapatan mereka.

Padahal, kesenjangan ekonomi kedua negara tersebut sangat kontras, di mana Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Jepang mencapai sekitar 28 kali lipat dibandingkan Nigeria.

Rendahnya angka donasi di Jepang juga sejalan dengan tingkat kepercayaan warganya terhadap lembaga penyalur bantuan. Jepang mencatatkan skor kepercayaan rata-rata hanya 5 dari skala 10 terhadap yayasan amal. Bahkan pada 2025, hanya 15 persen warga Jepang yang secara spesifik menyalurkan donasinya melalui lembaga atau yayasan resmi.

 

Alasan Utama Orang Tidak Beramal

Survei ini juga mengungkapkan bahwa dua dari lima responden (39 persen) yang tidak beramal beralasan tidak memiliki kemampuan finansial. Uniknya, laporan tersebut menunjukkan bahwa warga yang tinggal di negara berpendapatan tinggi justru paling sering mengaku "tidak mampu beramal" (44 persen), dibandingkan warga di negara berkembang (37 persen).

Alasan populer kedua tidak menyalurkan uang tunai adalah preferensi metode bantuan lain (17 persen). Kelompok ini lebih memilih membantu dalam bentuk barang, menjadi sukarelawan, atau menggalang dana (crowdfunding).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya