IEU-CEPA Berpotensi Bebaskan Tarif 90% Produk Indonesia

Perjanjian IEU-CEPA dan penandatanganan LoI RI-Irlandia siap pangkas tarif ekspor hingga dorong UMKM ke pasar Eropa. Cek dampaknya!

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 04 September 2026, 16:45 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melihat manfaat besar dari penerapan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). Melalui kesepakatan ini, sebagian besar pos tarif yang dikenakan pada produk asal Indonesia berpotensi mendapat pembebasan.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan bahwa IEU-CEPA yang masih dalam tahap perundingan tersebut membuka peluang signifikan bagi Indonesia dan Irlandia.

"Setelah mulai berlaku, sebanyak 90,4% pos tarif Indonesia akan langsung mendapatkan tarif nol persen. Sementara itu, tambahan 8,37% pos tarif akan mendapatkan penurunan tarif secara bertahap dan fasilitas tariff-rate quota," kata Edi usai bertemu Duta Besar Irlandia, Sharon Lennon, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menerangkan, perjanjian IEU-CEPA akan membuka peluang lebih besar bagi produk-produk unggulan Indonesia, mulai dari minyak sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga peralatan telekomunikasi.

Edi juga menilai penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Indonesia dan Irlandia dapat memuluskan implementasi IEU-CEPA di masa mendatang. Berbagai aspek perdagangan kedua negara pun akan diperkuat pada waktunya.

"Ketika nanti kita melaksanakan IEU-CEPA, Irlandia akan menjadi salah satu pintu gerbang untuk mendorong keterlibatan UMKM—khususnya mereka yang sudah go digital—untuk memanfaatkan pasar di Eropa," ucapnya.

"Nah, inilah yang terus kita cari. Tadi sudah banyak usulan yang dihasilkan dari Kadin dan harus segera ditindaklanjuti," imbuh Edi.

Senada dengan hal tersebut, Dubes Irlandia Sharon Lennon menegaskan bahwa UMKM menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan kerja sama perdagangan kedua negara. "UMKM jadi poin diskusi kita, baik untuk Indonesia, Irlandia, maupun keseluruhan Eropa," katanya.

 

RI-Irlandia Perkuat Kerja Sama

Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama ekonomi dari AI hingga penerbangan via LoI Kemenko Perekonomian. (Liputan6.com/Arief)

Sebelumnya, Kemenko Perekonomian mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Irlandia. Sektor industri digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga penerbangan dinilai sangat potensial untuk dijajaki lebih jauh.

Edi menuturkan bahwa langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan LoI antara Kemenko Perekonomian, Dubes Sharon Lennon, serta perwakilan pengusaha dari kedua negara.

"Indonesia menawarkan pasar yang besar dan terus berkembang, kapasitas industri yang semakin kuat, serta berbagai peluang investasi. Sementara itu, Irlandia memiliki keunggulan dalam teknologi, keahlian, serta jejaring bisnis internasional yang dapat memberikan nilai tambah bagi kerja sama kedua negara," jelas Edi.

 

Perdagangan RI-Irlandia

Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama ekonomi dari AI hingga penerbangan via LoI Kemenko Perekonomian. (Liputan6.com/Arief)

Sebagai informasi, pada 2025 total perdagangan Indonesia dan Irlandia mencapai US$ 228,6 juta. Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, nilai perdagangan bilateral tercatat telah mencapai US$ 145,5 juta—meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Dalam dialog hari ini, kami membahas berbagai bidang yang memiliki potensi kuat untuk menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya teknologi digital dan kecerdasan artifisial, energi terbarukan dan teknologi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agrifood dan nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, serta penerbangan dan jasa terkait," tuturnya.

Edi menyampaikan bahwa Irlandia telah lama dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terkemuka di Eropa, sekaligus basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, dan Microsoft. Selain itu, Irlandia juga merupakan salah satu pusat industri farmasi dan biofarmasi terkemuka di dunia.

"Kami memandang dokumen ini sebagai fondasi penting untuk menerjemahkan berbagai prioritas bersama ke dalam kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi terkait di kedua negara," tegasnya.

 

Peluang RI di Eropa

Edi turut melihat peluang strategis dari Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa yang berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Desember 2026. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Irlandia, sekaligus memperdalam keterlibatan Indonesia dengan Uni Eropa secara lebih luas.

"Pada akhirnya, kami ingin agar hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tetapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peluang yang tercipta bagi masyarakat kedua negara," ucapnya.

"Kami berharap dapat terus bekerja sama secara erat dengan Pemerintah Irlandia, dunia usaha, serta berbagai institusi terkait untuk memastikan komitmen yang disepakati hari ini dapat diterjemahkan menjadi hasil ekonomi nyata dan memberikan manfaat bagi kedua negara," pungkasi Edi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya