Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Susun Pengurus PBNU

Gus Kikin mengatakan akan fokus pada upaya mewujudkan kemaslahatan umat.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 04 September 2026, 16:01 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Kantor PBNU, Jakarta. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk pertama kalinya berkantor di PBNU, Jumat (4/9/2026). Ia mulai menjalankan aktivitasnya setelah terpilih dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

"Alhamdulillah hari ini saya bisa di Kantor PBNU dan hari ini saya memulai kegiatan-kegiatan setelah kemarin Tanggal 31 (Agustus 2026), hari Senin, akhir daripada kegiatan Muktamar, saya dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mohon dukungan panjenengan semuanya," kata Gus Kikin di Kantor PBNU.

Dalam kepemimpinannya, Gus Kikin mengatakan akan fokus pada upaya mewujudkan kemaslahatan umat. Menurutnya, saat ini sudah banyak pihak yang menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan PBNU dalam menjalankan berbagai langkah kemasyarakatan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan nahdliyin di akar rumput.

“Kita akan segera beraktivitas dan melakukan khidmat untuk masyarakat, demi kemaslahatan umat,” katanya di Kantor PBNU.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Gus Kikin akan terlebih dahulu melengkapi kepengurusan PBNU bersama tim formatur. Ia memastikan proses tersebut akan dilakukan sesegera mungkin.

Terkait persyaratan kepengurusan, Gus Kikin tidak menampik pentingnya mengintegrasikan pola penentuan pengurus dengan tetap memperhatikan syarat kaderisasi yang telah ditetapkan organisasi serta petunjuk spiritual.

“Tentu selain hal tersebut, juga akan dilakukan istikharah, meminta petunjuk kepada Allah SWT. agar ke depannya PBNU dengan pengurus yang mumpuni, berpihak kepada umat, juga didasari oleh prinsip dan tradisi spiritual kita di Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

 

Tradisi NU

Menurut dia, istikharah menjadi bagian dari tradisi NU untuk mendapatkan petunjuk dalam menentukan orang-orang yang dinilai tepat dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jadi itu yang kita lakukan supaya kita mendapatkan petunjuk siapa-siapa yang cocok, siapa-siapa yang ke depan lagi memberikan manfaat masyarakat. Dan itu tradisi yang kita pegang di NU, agar semua mendapat ridha dari Allah SWT," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya