Gaet Irlandia, Indonesia Bidik Investasi AI hingga Industri Penerbangan

Gandeng Irlandia sebagai pusat teknologi Eropa, RI dorong investasi di sektor kecerdasan buatan hingga penerbangan melalui penandatanganan LoI.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 04 September 2026, 14:30 WIB
Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama ekonomi dari AI hingga penerbangan via LoI Kemenko Perekonomian. (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Irlandia. Sektor industri digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga penerbangan dinilai sangat potensial untuk dijajaki lebih jauh.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menuturkan bahwa langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kemenko Perekonomian, Duta Besar Irlandia Sharon Lennon, serta perwakilan pengusaha dari kedua negara.

"Indonesia menawarkan pasar yang besar dan terus berkembang, kapasitas industri yang semakin kuat, serta berbagai peluang investasi. Sementara itu, Irlandia memiliki keunggulan dalam teknologi, keahlian, serta jejaring bisnis internasional yang dapat memberikan nilai tambah bagi kerja sama kedua negara," kata Edi usai pertemuan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

 

Perdagangan Indonesia dan Irlandia

Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama ekonomi dari AI hingga penerbangan via LoI Kemenko Perekonomian. (Liputan6.com/Arief)

Sebagai informasi, pada 2025 total perdagangan Indonesia dan Irlandia mencapai US$ 228,6 juta. Sementara itu, pada periode Januari hingga Juli 2026, nilai perdagangan bilateral tercatat telah mencapai US$ 145,5 juta—meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Dalam dialog hari ini, kami membahas berbagai bidang yang memiliki potensi kuat untuk menghasilkan kerja sama saling menguntungkan, khususnya teknologi digital dan kecerdasan artifisial, energi terbarukan dan teknologi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agrifood dan nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, serta penerbangan dan jasa terkait," tuturnya.

Edi menyampaikan bahwa Irlandia telah lama dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terkemuka di Eropa, sekaligus menjadi basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, dan Microsoft. Irlandia juga merupakan salah satu pusat industri farmasi dan biofarmasi terkemuka di dunia.

"Kami memandang dokumen ini sebagai fondasi penting untuk menerjemahkan berbagai prioritas bersama ke dalam kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi terkait di kedua negara," tegasnya.

 

Peluang RI di Eropa

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi. Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama ekonomi dari AI hingga penerbangan via LoI Kemenko Perekonomian. (Liputan6.com/Arief)

Edi turut melihat peluang strategis dari Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa yang berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Desember 2026. Momen ini memberikan peluang penting untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Irlandia, sekaligus memperdalam keterlibatan Indonesia dengan Uni Eropa secara lebih luas.

"Pada akhirnya, kami ingin agar hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tetapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peluang yang tercipta bagi masyarakat kedua negara," ucapnya.

"Kami berharap dapat terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah Irlandia, dunia usaha, serta berbagai institusi terkait untuk memastikan komitmen yang telah kita sepakati hari ini dapat diterjemahkan menjadi hasil ekonomi nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara," pungkasi Edi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya