Jokowi Jadi Cawapres, PDIP Diramalkan Bakal `Pecah`

Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP) yakin, jika Jokowi dicalonkan sebagai cawapres akan muncul konflik internal PDIP.

oleh Widji Ananta diperbarui 16 Feb 2014, 12:55 WIB
Wacana internal PDIP yang mencalonkan duet Megawati Soekarnoputri dengan Joko Widodo alias Jokowi sebagai capres dan cawapres Pemilu 2014 mendapat penolakan dari pendukung yang tergabung dalam Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP).

Menurut Direktur Bara JP Handoko Putro, berdasarkan rapat kerja nasional Bara JP di Jakarta yang dihadiri 90 orang perwakilan seluruh Indonesia, Jokowi hanya ditetapkan sebagai capres bukan cawapres.

"Berdasarkan hasil Rakernas Bara JP, tidak akan pernah mengusulkan Jokowi sebagai cawapres. Hasil itu sudah bulat. Kita hanya bicara Jokowi untuk capres," kata Handoko di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2014).

Handoko menjelaskan, jika Jokowi hanya sebagai cawapres, ia memprediksi akan terjadi konflik di internal PDIP. Dengan kata lain, perolehan suara akan terpecah, sebab di internal PDIP juga ada gerakan Pro Jokowi (Projo).

"Kalau Jokowi tidak nyapres, pasti ada konfliklah. Kan kita tahu juga ada Projo di PDIP. Maka secara tidak langsung suara akan terpecah. Itu pasti berimbas," tegas Handoko mengingatkan. (Rmn/Mut)

Baca juga:

Eva PDIP: Projo Alias Pro Jokowi Dinamika Partai, Tak Masalah
Ibunda Dukung Jokowi Nyapres
PDIP: `Projo` Bukan Bentukan Resmi Partai

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya