Pilu Remaja Korban Gempa Flores, Diduga Diperkosa saat Mengungsi

Saat di pengungsian, korban diajak ke rumah kosong dan diperkosa.

oleh Ola KedaDiterbitkan 04 September 2026, 10:53 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak. Sumber: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anak korban gempa bumi Flores dikabarkan mengalami kekerasan seksual di lokasi pengungsian di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian tersebut kabarnya telah dilaporkan pihak keluarga korban ke polisi dan kini dalam penanganan Polres Sikka.

"Polres Sikka telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini, Satreskrim Polres Sikka sedang melakukan proses penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Kasi Humas IPDA. Leonardus Tunga, Jumat (4/9/2026).

Dalam laporan tersebut, korban berinisial R (15) asal Desa Nangahale, sementara pelaku orang dewasa berinisial M.

 

Kronologi Pemerkosaan

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, di wilayah Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang menjadi salah satu titik pengungsian. Namun dugaan pemerkosaan terhadap R bukan dalam tenda pengungsian namun di salah satu rumah kosong di wilayah itu.

"Kejadian dugaan pemerkosaan tersebut terjadi bukan di tenda/tempat pengungsian, namun terjadi di salah satu rumah warga di kampung Nangahale yang ditinggalkan penghuni rumah untuk mengungsi ke tempat pengungsian," ungkap Ipda Leonardus.

Saat itu, terduga pelaku mengajak korban ke tempat tersebut dan melakukan dugaan tindakan pemerkosaan tersebut.

"Atas peristiwa tersebut, korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian. Laporan diterima di SPKT Polres Sikka pada Rabu 19 Agustus 2026," ungkapnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah melakukan sejumlah langkah diantaranya menerima dan membuat laporan polisi, mengajukan permintaan Visum et Repertum, serta melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban, dan saksi-saksi serta melakukan tindakan kepolisian lainnya.

Saat ini, penyidik Sat Reskrim Polres Sikka masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut dengan mengumpulkan keterangan dan alat bukti yang diperlukan untuk membuat terang peristiwa yang dilaporkan serta menentukan proses hukum selanjutnya.

"Masih dalam penyelidikan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya