Liputan6.com, Washington, DC - Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani bersama Mayor’s Office of Equity and Racial Justice merilis Citywide Racial Equity Plan (REP) versi final. Dokumen ini menjadi kerangka kerja pertama yang mencakup seluruh pemerintahan kota untuk mendorong kesetaraan rasial di New York City.
Dikutip dari NYC.gov, Kamis (3/9/2026), rencana tersebut dirilis setelah melalui periode konsultasi publik selama 30 hari. Rancangan awal diperkenalkan pada April, kemudian Mayor’s Office of Equity and Racial Justice (MOERJ) mengumpulkan masukan dari warga di lima wilayah New York City.
Advertisement
Dalam proses penyempurnaan itu, MOERJ juga bekerja sama dengan 45 badan pemerintah kota untuk memperkuat sasaran, strategi, dan indikator yang tercantum dalam rencana.
Bersama komitmen yang telah ditetapkan masing-masing badan pemerintah pada tahun ini, REP menetapkan delapan sasaran utama yang dapat digunakan warga untuk memantau perkembangan pemerintah kota.
8 Sasaran Utama hingga 2034
Perumahan. Pada 2034, pemerintah menargetkan pengurangan kesenjangan rasial dalam beban biaya sewa dan tunawisma dengan meningkatkan secara signifikan pembangunan hunian terjangkau di seluruh New York City.
Pendidikan anak usia dini. Pemerintah menargetkan pengurangan kesenjangan capaian dan kesenjangan rasial dalam kemampuan membaca, berhitung, serta perkembangan sosial-emosional pada 2034. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan bagi pekerja penitipan anak, yang mayoritas merupakan perempuan kulit berwarna.
Pendidikan K-12. Pada 2034, pemerintah menargetkan bertambahnya jumlah sekolah negeri New York City yang terintegrasi, memiliki jumlah siswa yang stabil, serta memberikan akses yang adil terhadap program dan layanan akademik. Kepemimpinan sekolah juga ditargetkan lebih responsif terhadap budaya sehingga dapat meningkatkan rasa memiliki, keterlibatan, dan hasil akademik bagi siswa kulit hitam dan Latino, pelajar multibahasa, siswa penyandang disabilitas, serta kelompok lain yang selama ini kurang terlayani.
Pengangguran. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat pengangguran di kalangan warga kulit hitam, Latino, dan Asia-Amerika dibandingkan tingkat pada 2026, termasuk melalui peningkatan hasil program pengembangan tenaga kerja.
Sistem peradilan. Pada 2034, jumlah penghuni penjara ditargetkan berkurang. Hal ini menjadi perhatian karena populasi penjara secara tidak proporsional terdiri dari warga New York berkulit berwarna. Pemerintah juga akan menjalankan fasilitas penjara yang lebih kecil dan berbasis borough.
Kesehatan. Pemerintah menargetkan peningkatan hasil kesehatan terkait kehamilan bagi warga kulit hitam, termasuk dengan menurunkan angka kematian ibu kulit hitam. Kemajuan akan dipantau berdasarkan ras dan etnis.
Transportasi. Pada 2034, pemerintah menargetkan pengurangan kesenjangan rasial dalam akses transportasi dengan memprioritaskan layanan bus yang lebih cepat, andal, dan mudah diakses di kawasan serta komunitas yang masuk dalam Task Force on Racial Inclusion and Equity (TRIE) dan wilayah yang menghadapi beban transportasi terbesar.
Konektivitas. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan layanan broadband di rumah di lingkungan yang paling minim konektivitas. Data kemajuan akan dipilah berdasarkan lingkungan.
Mamdani: Warga Harus Bisa Mengawasi Pemerintah
Mamdani mengatakan rencana tersebut dibangun berdasarkan aspirasi yang disampaikan langsung oleh warga New York.
“Warga New York memberi tahu kami apa yang penting bagi mereka, dan rencana ini dibangun berdasarkan tuntutan tersebut,” kata Mamdani.
Menurutnya, pemerintah selama ini terlalu lama mengakui adanya ketimpangan tanpa menetapkan target untuk mengakhirinya. Ia mengatakan rencana baru ini mengubah pendekatan tersebut dengan menetapkan komitmen yang spesifik, terukur, dan terbuka untuk publik.
Mamdani menegaskan warga harus dapat meminta pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaannya, termasuk dalam upaya mempersempit kesenjangan pengangguran, mengurangi kematian ibu kulit hitam, serta memastikan setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan publik yang berkualitas.
Wakil Wali Kota bidang Keadilan Ekonomi Julie Su mengatakan rencana tersebut menetapkan target yang ingin dicapai sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk memantau perkembangannya.
Menurut Su, sasaran terkait pengangguran dan perumahan secara langsung menjawab kebutuhan warga pekerja yang menginginkan kesempatan yang adil untuk memperoleh pekerjaan dan rumah yang mampu mereka bayar di lingkungan tempat mereka tinggal.
Sementara itu, Komisaris NYC Mayor’s Office of Equity and Racial Justice sekaligus Chief Equity Officer Afua Atta-Mensah mengatakan masukan publik membuat rencana tersebut lebih kuat dan terarah.
Ia mengatakan warga menyampaikan tuntutan yang jelas terkait dasar pengukuran, akuntabilitas, dan perubahan struktural. Menurutnya, pelatihan dan kegiatan sosialisasi saja tidak cukup untuk mengubah kehidupan masyarakat.
Dibangun dari Data Biaya Hidup
Rencana kesetaraan rasial ini juga dibangun berdasarkan NYC True Cost of Living (TCOL) Measure, yang dirilis pada April.
Pengukuran tersebut menemukan bahwa 62 persen warga New York tidak mampu memenuhi biaya hidup sebenarnya. Beban tersebut juga secara tidak proporsional dirasakan oleh rumah tangga kulit hitam dan Latino.
MOERJ akan melaporkan perkembangan pencapaian delapan sasaran utama tersebut setiap dua tahun. Laporan itu akan disertai perkembangan berbagai sasaran, strategi, dan indikator yang ditetapkan masing-masing badan pemerintah kota.
Sementara itu, NYC Commission on Racial Equity (CORE) akan terus berperan sebagai mitra independen dalam memastikan akuntabilitas pelaksanaan rencana.
Sejumlah Lembaga Sambut Rencana
Berbagai pejabat dan organisasi menyambut peluncuran rencana tersebut.
Komisaris SBS Kenny Minaya mengatakan lembaganya bangga berperan dalam menangani ketimpangan sistemik dan menghubungkan warga dari berbagai latar belakang dengan layanan bisnis serta tenaga kerja gratis yang dapat membantu membangun keamanan ekonomi.
Komisaris Cultural Affairs Diya Vij mengatakan rencana tersebut akan menjadi panduan untuk memastikan setiap warga New York dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan budaya kota sebagai seniman, pekerja budaya, maupun penonton.
Sementara itu, Direktur Department of City Planning Sideya Sherman menilai rencana tersebut menjadi langkah penting untuk mengatasi kesenjangan perumahan, terutama bagi komunitas kulit berwarna yang terdampak praktik diskriminatif dalam sektor perumahan.
Komisaris Administration for Children’s Services Rebecca Jones Gaston mengatakan lembaganya berkomitmen menghapus kesenjangan rasial dalam sistem kesejahteraan anak, peradilan anak, dan bantuan penitipan anak.
Dari Department of Finance, Komisaris Richard Lee mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan aturan pajak dan pendapatan kota secara adil, efisien, dan transparan serta memastikan setiap warga memiliki akses yang setara terhadap layanan.
Komisaris Sanitation Gregory Anderson mengatakan DSNY akan menempatkan kesetaraan rasial sebagai bagian penting dalam sejumlah program, termasuk pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Jeanny Pak, Interim President & CEO NYCEDC, mengatakan rencana tersebut merupakan langkah berarti untuk mengatasi kesenjangan yang telah berlangsung lama dan membangun New York City yang lebih terjangkau, setara, dan sejahtera bagi seluruh warga.