Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mengawali musim dengan catatan positif di bawah arahan Jose Mourinho. Los Blancos menyapu bersih tiga laga pertama La Liga dengan kemenangan dan menunjukkan performa meyakinkan.
Kemenangan telak 4-0 atas Malaga menjadi salah satu bukti kekuatan Madrid pada awal musim. Mourinho juga berhasil membangun permainan menyerang balik yang atraktif, dengan lini depan tampil sebagai salah satu kekuatan utama tim.
Advertisement
Namun, performa positif tersebut belum sepenuhnya menghilangkan tanda tanya di dalam skuad. Menurut Alvaro Romero dari El Larguero, terdapat dua persoalan yang berpotensi menjadi ujian bagi Mourinho seiring perjalanan musim.
Pertama, Mourinho harus mengelola skuad yang lebih besar daripada rencana awalnya. Kedua, pelatih asal Portugal itu perlu menentukan peran Aurelien Tchouameni setelah Federico Valverde tampil impresif pada awal musim.
Mourinho Harus Mengelola Skuad yang Lebih Gemuk
Romero mengungkapkan bahwa Mourinho sebenarnya ingin bekerja dengan skuad yang lebih ramping. Namun, situasi yang berkembang membuat Madrid kini memiliki sekitar 25 hingga 26 pemain yang harus dikelola sang pelatih.
"Ada dua keraguan mengenai Real Madrid asuhan Mourinho. Pertama, dia menginginkan skuad yang ramping dengan sekitar 22 pemain, namun kini dia memiliki 25 atau 26 pemain dan harus mengelola jumlah tersebut," ujar Romero dikutip dari Madrid Universal.
Jumlah pemain yang lebih besar sebenarnya memberikan keuntungan bagi Madrid, terutama ketika mereka harus bersaing di berbagai kompetisi. Kedalaman skuad memungkinkan Mourinho memiliki lebih banyak opsi ketika menghadapi jadwal padat atau masalah kebugaran pemain.
Tantangan utamanya adalah menjaga seluruh anggota skuad tetap terlibat dan merasa memiliki peran. Mourinho sendiri telah mengakui bahwa rasa frustrasi pemain tidak terhindarkan ketika mereka tidak mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter.
Dilema Tchouameni di Tengah Performa Valverde
Persoalan kedua berkaitan dengan Tchouameni dan posisi yang akan ditempatinya setelah kembali bugar. Gelandang asal Prancis itu mengawali musim dengan gangguan masalah otot selangkangan, sementara Valverde justru tampil impresif di lini tengah Madrid.
"Hal lainnya adalah situasi Tchouameni, terutama karena Valverde mengawali musim dengan sangat baik, dan saya tidak tahu apa peran Tchouameni nantinya," tambahnya.
Kondisi tersebut menciptakan dilema menarik bagi Mourinho. Tchouameni menawarkan kekuatan fisik dan kemampuan menjaga keseimbangan permainan yang sangat dihargai sang pelatih, tetapi Valverde sudah menunjukkan performa yang membuat posisinya sulit digeser.
Mourinho memiliki sejumlah opsi untuk memanfaatkan keduanya tanpa harus menjadikan kembalinya Tchouameni sebagai masalah. Namun, pembagian menit bermain antara Bernardo Silva, Tchouameni, dan Valverde tetap menjadi tantangan tersendiri bagi sang pelatih sepanjang musim.
Sumber: Madrid Universal