Harga Pangan Hari Ini: Beras Kualitas Super I Turun jadi Rp 17.650 per Kg

Berikut pergerakan harga pangan yakni beras, gula dan minyak pada Kamis (3/9/2026).

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 03 September 2026, 13:30 WIB
Ilustrasi beras (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti harga beras kualitas super I turun pada Kamis, (3/9/2026). Harga beras kualitas super I dijual Rp 17.650 per kilogram (kg) dari posisi kemarin di Rp 17.700 per kg.

Selain itu, harga beras kualitas medium I dibanderol Rp 16.350 per kg dan harga beras kualitas bawah I kini dipatok Rp 14.750 per kg. Demikian  berdasarkan pantauan harga pangan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.

Sementara, harga minyak kemasan bermerek I kemarin sempat dipasarkan di angka Rp 25.200 per kg, tetapi kini sedikit turun ke 24.200 per kg. Sedangkan, harga gula pasir varian premium kini turun ke harga Rp 19.850 per kg dari Rp 21.150 per kg per harga kemarin, dan gula pasir lokal dijual di harga Rp 18.850 per kg.

Berikut adalah daftar lengkap harga beras, minyak, dan gula pada Kamis pagi:

Harga Beras

  • Kualitas Super: Tipe I dijual Rp 17.650 per kg, dan tipe II di harga Rp 16.900 per kg.
  • Kualitas Medium: Tipe I dan tipe II dibanderol Rp 16.350 dan Rp 16.050 per kg.
  • Kualitas Bawah: Tipe I dipatok Rp 14.750 per kg, sedangkan tipe II Rp 14.450 per kg.

Harga Minyak dan Gula

  • Minyak Goreng: Kemasan bermerek 1 dipasarkan di Rp 24.200 per kg, kemasan bermerek 2 seharga Rp 23.400 per kg, dan jenis curah di harga Rp 20.800 per kg.
  • Gula Pasir: Varian premium dijual Rp 19.850 per kg, sedangkan gula pasir lokal dibanderol seharga Rp 18.850 per kg.

BPS Ungkap Alasan Harga Beras Naik pada Agustus 2026

Pedagang melihat beras dagangannya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras, baik kualitas medium maupun premium, pada Agustus 2026. Penurunan potensi luas panen hingga hambatan distribusi beras ke pasar menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi beras tercatat terjadi baik secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026. Inflasi ini sejalan dengan penurunan potensi luas panen pada periode tersebut.

"Inflasi yang terjadi pada beras pada Agustus ini tercermin dari penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026," kata Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

"Kendati demikian, inflasi beras tidak semata-mata disebabkan oleh produksi padi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasar," imbuhnya.

BPS mencatat beras di tingkat eceran mengalami inflasi sebesar 0,42% secara bulanan pada Agustus 2026, serta mencatatkan inflasi 2,77% secara tahunan.

"Secara historis, bulan Agustus mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya. Oleh karena itu, kami mencatat kondisi beras mengalami inflasi pada Agustus," terang Ateng.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya