Liputan6.com, Jombang - Rencana keberangkatan 200 jemaah umrah melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) yang dikoordinasikan PC Muslimat NU Jombang, sempat diwarnai gejolak. Pasalnya dari 200 orang yang rencana berangkat, pihak travel ternyata hanya memberangkatkan sekitar 40 seat. Pengumuman itu bahkan disampaikan sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan menuju bandara.
Koordinator Divisi Umrah PC Muslimat Jombang, Ema Umyyatul Chusna, menegaskan keberangkatan umrah tersebut bukan gagal, melainkan tertunda.
Advertisement
Dari 200 jemaah yang semula direncanakan berangkat, sebanyak 194 orang tetap mengikuti program umrah. Sementara enam jemaah lainnya mengundurkan diri karena ada anggota keluarga yang sakit.
“Singkat cerita kami akan menyatakan bahwa sebenarnya bukan kegagalan tapi tertunda, kemarin tanggal 30 jadwal untuk memberangkatkan 200 jemaah umrah yang positif 194, yang 6 mengundurkan diri karena ada keluarga yang sakit,” kata Ema, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ema, pihak travel menghubungi pengurus sekitar dua jam sebelum jemaah dijadwalkan berangkat ke bandara. Saat itu, pihak Muslimat mendapat informasi bahwa tiket yang siap digunakan hanya 40 seat.
“Dari 194 orang kami diberi tahu oleh pihak travel 2 jam sebelum berangkat ke bandara karena kami jam 2 harus sudah berangkat menuju bandara, tiba-tiba pukul 11/12 malam pihak travel menghubungi bahwa tiket yang siap berangkat hanya 40 seat,” ujarnya.
Ema mengatakan 40 tiket tersebut juga tidak seluruhnya dialokasikan untuk jemaah KBIH Muslimat.
“40 tiket tidak semuanya dari KBIH Muslimat, di situlah kami kecewa. Dari pihak travel akhirnya kami tawarkan kepada jemaah dengan keberangkatan secara berjamaah, tapi jemaah keberatan karena tidak bersamaan. Jadi keputusan malam itu jemaah tidak mau berangkat,” jelasnya.
Meski keberangkatan pada 30 Agustus 2026 tertunda, proses pemberangkatan jemaah umrah kemudian dilakukan secara bertahap.
Ema menyebut sebanyak 20 jemaah telah diberangkatkan dan kini sudah berada di Madinah. Kemudian pada 31 Agustus 2026, sebanyak 120 jemaah diberangkatkan melalui Bandara Yogyakarta.
“Besoknya, ada keberangkatan lagi 20 orang. Alhamdulillah 20 orang ini sudah ada di Madinah. Tanggal 31 sudah diberangkatkan via Bandara Jogja melalui MH sebanyak 120 jemaah. Sisa 56 insyaallah diberangkatkan melalui Bandara Juanda,” ungkapnya.
Dengan demikian, masih terdapat 56 jemaah yang menunggu jadwal keberangkatan melalui Bandara Juanda.
Ema mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterbatasan tiket yang terjadi menjelang keberangkatan. Ia menduga terdapat miskomunikasi dalam proses pemberangkatan jemaah.
“Mungkin alasan dari pihak travel ini ada miskomunikasi, saya juga tidak paham. Kami dari pihak Muslimat menuntut kepada pihak travel jemaah harus menerima haknya dan difasilitasi dengan baik sampai menuju Tanah Air,” katanya.
Menurut Ema, pihak travel telah menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya kini menunggu proses pemberangkatan 56 jemaah yang masih tersisa.
Ema juga memastikan seluruh biaya perjalanan umrah yang menjadi kewajiban jemaah telah dibayarkan. “100 persen sudah kita lunasi, dan semuanya ada buktinya,” tegas Ema.
Ia menyayangkan persoalan tiket baru disampaikan pihak travel beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Yang saya sangat sesalkan, kenapa dua jam baru diinfo. Nanti tetap kita urus sampai selesai, kami juga akan evaluasi dan berbenah untuk pengalaman,” tuturnya.
Mediasi
Persoalan keberangkatan 200 jemaah umrah Jombang tersebut kemudian dimediasi bersama pihak kepolisian. Dalam mediasi itu juga dibuat surat pernyataan mengenai batas waktu penyelesaian persoalan.
“Waktu mediasi bersama polisi juga ada surat pernyataan bahwa maksimal tiga hari sampai tanggal 2 harus selesai,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana keberangkatan sekitar 200 calon jemaah umrah dari Jombang menuju Tanah Suci pada Minggu (30/8/2026) dini hari sempat diwarnai kericuhan.
Para calon jemaah tertahan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang setelah pihak travel menyampaikan hanya sekitar 40 jemaah yang dapat diberangkatkan pada hari tersebut.
Persoalan keberangkatan umrah tersebut kemudian dimediasi pihak kepolisian. Hasil mediasi antara perwakilan PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) dan calon jemaah menyepakati pemberangkatan dilakukan secara bertahap.
Salah satu anggota keluarga calon jemaah, Widi, mengatakan dirinya mengantar dua anggota keluarganya, R dan L, ke Masjid Agung Baitul Mukminin sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, para calon jemaah sudah berkumpul dan sebagian mengabadikan momen bersama keluarga sebelum berangkat.
“Namun pada pukul sekitar 02.30, jamaah yang seharusnya sudah masuk bus dan siap melakukan perjalanan ke Juanda, Mbah Bolong datang dan mengajak jamaah berkumpul di dalam masjid untuk pengarahan sedikit dan doa bersama,” kata Widi, Selasa (2/9/2026).
Menurut Widi, suasana mulai memanas setelah pihak travel menyampaikan bahwa hanya 40 calon jemaah yang dapat diberangkatkan pada hari tersebut. Pihak travel juga disebut belum dapat memastikan pasangan suami istri bisa berangkat dalam rombongan yang sama.
“Jadi banyak sekali jamaah yang tidak terima dan marah-marah hingga suasana memanas,” ujarnya.