Kadin Indonesia dan Singapura Kerja Sama Bantu UMKM Tembus Pasar ASEAN

Kadin dan SBF memperluas kolaborasi perdagangan, digitalisasi, hingga pengembangan kapasitas bagi UMKM Indonesia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 September 2026, 18:45 WIB
Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Ketua Singapore Business Federation (SBF) Mark Lee dalam dialog bisnis tingkat tinggi di Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Dok SBF)

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Singapore Business Federation (SBF) memperkuat kerja sama bisnis untuk membuka lebih banyak peluang perdagangan lintas negara, khususnya bagi UMKM Indonesia.

Kerja sama tersebut dibahas dalam dialog bisnis tingkat tinggi yang dipimpin Ketua SBF Mark Lee di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) dua tahun yang ditandatangani dalam Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat pada 6 Juli 2026.

Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, kolaborasi kedua negara diarahkan untuk menghasilkan peluang nyata bagi pelaku UMKM.

“Pertemuan kami hari ini menegaskan kembali kuatnya kemitraan bisnis Indonesia-Singapura dan komitmen bersama untuk mengubah kerja sama menjadi peluang praktis, khususnya bagi UMKM Indonesia,” kata Anindya dalam keterangan tertulis.

Melalui Indonesia Global Trading Initiative yang didukung Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, pelaku usaha dibantu memahami persyaratan perdagangan, mengidentifikasi peluang pasar, hingga mendapatkan akses pasar dan transaksi.

Siapkan UMKM Hadapi Pertumbuhan Ekonomi Regional

Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Ketua Singapore Business Federation (SBF) Mark Lee dalam dialog bisnis tingkat tinggi di Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Dok SBF)

Kerja sama Kadin dan SBF mencakup tiga bidang utama, yakni digitalisasi, keterlibatan kebijakan, dan pengembangan kapasitas.

Di bidang digital, SBF mengembangkan Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, platform perdagangan berbasis kecerdasan buatan generatif. Sementara itu, penguatan kapasitas dilakukan melalui business matching dan lokakarya. Kedua pihak juga menggelar forum bisnis serta diskusi untuk membahas kebijakan perdagangan.

Anindya mengatakan kolaborasi juga dapat diperluas ke sektor keberlanjutan dan dekarbonisasi.

“Menjelang ASEAN 2027, kami juga melihat peluang besar untuk memperdalam kerja sama di bidang keberlanjutan, dekarbonisasi, dan konektivitas bisnis regional. Inilah bentuk kolaborasi praktis yang dapat membantu dunia usaha di kedua negara berkembang sekaligus berkontribusi pada ASEAN yang lebih kuat,"kata dia. 

Sementara itu, Mark Lee menilai kemitraan Indonesia-Singapura akan semakin penting ketika Singapura bersiap menjadi Ketua ASEAN 2027. Ia menyebut kerja sama tersebut dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan peluang pertumbuhan regional.

“SBF berkomitmen menerjemahkan kerja sama tingkat tinggi menjadi peluang nyata bagi semua bisnis, tanpa memandang ukuran, dalam perdagangan lintas negara, investasi, dan pengembangan kapasitas," jelas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya