Liputan6.com, Teheran - Iran menyatakan Amerika Serikat (AS) mengebom sebuah rumah yang tengah digunakan untuk menggelar pesta pernikahan di Sirik, wilayah selatan negara itu. Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei seperti dilaporkan Al Jazeera mengatakan serangan yang disebutnya brutal itu menghantam sebuah rumah di Kota Kuhestak pada Rabu (2/8/2026) dini hari.
Advertisement
Stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, melaporkan sedikitnya lima orang tewas.
Gubernur Sirik Reza Shahidiyan kemudian mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah IRIB bahwa 63 orang lainnya terluka. Dari jumlah tersebut, 50 orang merupakan perempuan dan anak-anak.
Seluruh korban luka telah dibawa ke rumah sakit di Kota Minab yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Shahidiyan mengatakan kondisi mereka stabil.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Fars memuat kesaksian seorang anak yang selamat dari ledakan.
Anak tersebut mengaku mendengar suara jet tempur sebelum tiba di lokasi pesta.
"Ketika kami tiba, terjadi ledakan. Ledakannya sangat kuat. Batu bata, batu, dan pecahan semen menghantam wajah dan kepala saya. Banyak orang lain juga terluka," tuturnya.
"Semua yang berada di sana hanyalah warga biasa."
Laporan serangan di Kuhestak muncul bersamaan dengan pengumuman militer AS mengenai gelombang baru serangan terhadap sejumlah "sasaran militer Iran".
Militer AS mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berupaya menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Menurut militer AS, sasaran serangan mencakup fasilitas pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penanaman ranjau, serta fasilitas komunikasi Iran.
Serangan terbaru ini merupakan kelanjutan dari serangan udara AS terhadap Iran pada Minggu (30/8), yang menargetkan peluncur roket di Pulau Larak yang berada di sisi utara Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Iran telah memblokade Selat Hormuz sejak perang AS dan Israel dimulai pada 28 Februari.
Baghaei mengatakan Iran akan membalas serangan terbaru AS.
"Kekejaman ini tidak dapat dipisahkan dari rangkaian kekejaman sebelumnya," katanya.
Ia merujuk pada serangan terhadap Kota Minab dan Lamerd pada hari pertama perang. Menurut Baghaei, pasukan AS menyerang sebuah sekolah dasar di Minab hingga menewaskan lebih dari 150 orang.
Baghaei mengatakan pula AS menyerang sebuah gedung olahraga di Lamerd dan menewaskan sedikitnya 21 orang.
Selain di Kuhestak, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sejumlah ledakan lain di wilayah selatan Iran, termasuk di Konarak, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm.
Militer Iran mengatakan pihaknya membalas dengan menyerang pangkalan dan aset AS di Yordania, Bahrain, dan Irak.
Kuwait turut melaporkan telah mencegat sejumlah drone.