Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membangun jaringan kereta api trem di Bali. Proses pembangunan akan dimulai Maret 2027.
Rencana itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Trem listrik bertenaga baterai itu akan membentang 12 kilometer (km) dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu di Kabupaten Badung.
Advertisement
Groundbreaking ditargetkan Maret 2027, trase pertama ditargetkan beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan beroperasi pada 2029.
“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Senada, Gubernur Bali Wayan Koster, menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.
"Pengembangan transportasi harus tetap, Memperhatikan keunikan Bali, Menjaga keindahan Bali, Mendukung pariwisata dan Tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Dia menekankan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Jalur transportasi harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase. "Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Koster.
Trem Dipilih Sesuai Karakteristik Bali
PT KAI memilih konsep trem, bukan MRT maupun LRT karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali. Moda ini pun dirancang dengan konsep, ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, tingkat kebisingan rendah, berukuran relatif kecil, terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya dan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali.
Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur. Rencananya, trem listrik akan beroperasi dari kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu, Kabupaten Badung dengan panjang lintasan sekitar 12 kilometer. Jalur dirancang menggunakan dua jalur dan disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem.
Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.