Pemerintah Sewa Pesawat Rusia Padamkan Kebakaran Hutan

Pemerintah mendapat bantuan pesawat dari Jepang dan menyewa dari Rusia.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 01 September 2026, 19:16 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto AP/Stefanus Taman)

Liputan6.com, Jakarta - Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan masih terus dilakukan. Pemerintah menggunakan berbagai cara dalam proses pemadaman tersebut, termasuk menerima bantuan dari negara sahabat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, bantuan tersebut salah satunya datang dari Jepang. Hal ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Tak hanya itu, pesawat sewa dari Rusia juga dijadwalkan masuk ke Sumatera Selatan pada minggu ini.

"Saya membaca dari media dari Pak Menhan akan ada bantuan dari Jepang dan akan ada pesawat sewa yang akan datang juga dari Rusia yang akan masuk ke Sumsel minggu-minggu ini. Ini disewa oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Raja Juli menegaskan, langkah ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangan karhutla di Sumatera maupun Kalimantan.

"Jadi apa pun ya kekuatan yang memang memungkinkan kita untuk melakukan pemadaman karhutla ini akan kita lakukan secara maksimal," ucapnya.

Selain itu, proses pemadaman melalui udara terus dilakukan. Pemerintah hingga saat ini telah mengerahkan 53 Satuan Tugas (Satgas) udara. Mereka bertugas untuk melakukan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga proses water bombing.

Raja Juli juga mengungkapkan kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan ketika proses pemadaman berlangsung. Salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas lapangan yakni minimnya sumber air yang digunakan untuk memandamkan lahan.

"Dari segi teknis insya Allah apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi, namun realitas di lapangan sumber air tetap menjadi kendala ya meskipun tadi sumur bor sudah datang," terangnya.

Raja Juli menuturkan, salah satu penanganan kebakaran yaitu saat berada di pinggir jalan tol di Sumatera Selatan. Petugas mengalami kendala karena hanya terdapat satu sumber air, sedangkan titik api telah menjalar semakin jauh dari lokasi sumber tersebut.

"Sumber airnya ini yang jadi masalah ya semacam kemarin saya dari Sumsel ada kebakaran di pinggir tol dengan Pak Dirjen kemarin. Kemarin ini di pinggir tol karena kita apa namanya sumber air cuma ada satu sementara kebakarannya sudah apa ya sudah menjauh ke mana tapi sumber air cuma ada satu," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya