Domain .id Kini Tembus 1,5 Juta Pengguna dan Kuasai Pasar Lokal

PANDI mencatat jumlah pengguna nama domain .id telah menembus 1.523.540 per 1 September 2026.

oleh IskandarDiterbitkan 01 September 2026, 19:06 WIB
Ketua PANDI, Isnawan Aslam. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan 20 tahun kiprahnya mengelola ruang siber nasional. Memasuki usia dua dekade, PANDI mencatat jumlah pengguna nama domain .id telah menembus angka 1.523.540 per 1 September 2026.

Pencapaian ini sekaligus mempertegas dominasi domain .id yang kini sukses melampaui popularitas domain generik .com di pasar domestik.

Ketua PANDI, Isnawan Aslam, menyatakan bahwa perjalanan 20 tahun ini menjadi bukti transformasi PANDI dari pengelola domain biasa menjadi pilar kemandirian teknologi nasional.

"Dulu di tahun 2007, domain .id baru sekitar 100.000, lalu naik menjadi 500.000, dan tahun ini berhasil menyentuh lebih dari 1,5 juta," ujar Isnawan di konferensi pers 20 Tahun PANDI di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menariknya, ia melanjutkan, domain .id memiliki keunikan global karena identitasnya yang fleksibel.

Rekan di luar negeri atau mitra asing banyak yang menggunakannya tidak hanya sebagai identitas negara, tetapi juga untuk branding hingga identity," ucap Isnawan menambahkan.

Kendati tumbuh pesat, PANDI menilai potensi pasar Indonesia masih sangat besar. Jika merujuk pada rasio rata-rata dunia sebesar 4,7 persen dari total populasi, Indonesia idealnya memiliki 13 hingga 14 juta nama domain.

"Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi PANDI untuk terus mendorong adopsi domain lokal secara eksplosif," tuturnya.

Posisi domain .id di pasar domestik juga diklaim semakin kuat. Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar .id di Indonesia meningkat dari 36% menjadi 58%, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap domain Indonesia sebagai identitas digital.

 

Kemandirian Sistem dan Keamanan Siber

Wakil Ketua PANDI bidang organisasi dan keuangan, Andi Muhammad Natsir Amal; Ketua PANDI, Isnawan Aslam; Wakil Ketua PANDI bidang Teknis dan Administrasi Registri, Ery Puntha Hendraswara di sesi konferensi pers perayaan 20 tahun PANDI. Liputan6.com/Iskandar

Salah satu tonggak krusial PANDI adalah pencapaian kemandirian infrastruktur. Sejak 2020, PANDI telah melakukan migrasi penuh dan mengoperasikan Sistem Registry Mandiri (SRM) yang dikembangkan secara internal tanpa bergantung pada pihak asing.

Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara yang mampu mengelola registry secara independen, bahkan menjadi model percontohan (benchmark) di tingkat regional dan global.

"Kini, infrastruktur Domain Name System (DNS) PANDI telah tersebar luas di 15 negara dan 23 wilayah global, didukung kerja sama dengan berbagai penyedia DNS di lebih dari 300 lokasi," ungkap Ismawan.

Struktur ini memastikan tidak adanya single point of failure sekaligus menjaga tingkat keandalan operasional (Service Level Agreement/SLA) tetap berada pada kisaran 99,95 persen hingga 100 persen.

Tingginya keandalan tersebut didukung oleh kapasitas sistem PANDI yang saat ini mampu menangani hingga 125.000 kueri per detik atau setara dengan 77 miliar trafik lalu lintas internet per bulan.

Dari sisi keamanan, PANDI juga mencatat ketangguhan sistemnya dalam menangkal sekitar 77.000 serangan siber sepanjang operasionalnya.

Untuk memperkuat ruang digital nasional dari maraknya ancaman kejahatan siber seperti judi online, phishing, hingga malware, PANDI meluncurkan platform kolaboratif bernama Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX).

Sepanjang 2026, sistem scanning dan laporan IDADX telah memproses 24.450 temuan kasus salah guna domain, yang mencakup 6.495 kasus judi online, 961 penyebaran malware, serta melakukan penanganan terhadap 9.400 domain yang disusupi.

 

Evolusi Menuju Identitas dan Infrastruktur Terpercaya

Wakil Ketua PANDI bidang organisasi dan keuangan, Andi Muhammad Natsir Amal; Ketua PANDI, Isnawan Aslam; Wakil Ketua PANDI bidang Teknis dan Administrasi Registri, Ery Puntha Hendraswara di sesi konferensi pers perayaan 20 tahun PANDI. Liputan6.com/Iskandar

Melangkah ke depan, PANDI menegaskan arah strategisnya untuk membawa domain .id evolusi dari sekadar alamat web menjadi Trust Identifier atau identitas digital terpercaya dalam ekosistem finansial dan ekonomi digital.

Langkah ini ditopang oleh integrasi teknologi modern seperti ID Chain berbasis blockchain yang menjembatani Web 2.0 dan Web 3.0, serta pendaftaran aksara Nusantara--seperti Aksara Bali--ke lembaga internet dunia ICANN.

Status domain .id kini juga makin solid seiring penetapannya sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV) nasional, yang diperkuat melalui kolaborasi ketat bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Domain .id bukan sekadar nama domain. Domain .id adalah identitas digital sekaligus aset digital bangsa Indonesia di ruang siber. Dengan infrastruktur yang mandiri dan sistem DNS yang tangguh di dalam negeri, kita memiliki kedaulatan digital. Bahkan jika terjadi situasi darurat di tingkat global, komunikasi digital lokal berbasis .id di Indonesia akan tetap hidup dan beroperasi," tutup Isnawan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya