Erupsi Gunung Sinabung Naik Jadi Siaga

Kenaikan status tersebut ditetapkan mulai pukul 12.30 WIB, setelah Gunung Sinabung mengalami erupsi pada pukul 10.17 WIB.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 01 September 2026, 06:58 WIB
Gunung Sinabung erupsi

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Senin (31/8/2026).

Kenaikan status tersebut ditetapkan mulai pukul 12.30 WIB, setelah Gunung Sinabung mengalami erupsi pada pukul 10.17 WIB.

Erupsi memuntahkan kolom abu berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kolom erupsi terpantau mengarah ke timur dan tenggara.

“Per hari ini kami mendapatkan informasi bahwa Gunung Sinabung lagi aktif sehingga sekarang dari level dua menjadi level tiga, dan kolom erupsi itu ada sekitar 3.500 meter di atas puncak,” ujar Berton dalam konferensi pers bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Gedung BNPB, Senin (31/8/2026).

Berton mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi.

“Arah kolom tersebut cenderung mengarah ke Timur dan Tenggara. Berdasarkan laporan yang kami terima hingga saat ini belum ada korban jiwa maupun kerusakan dampak erupsi tersebut,” tuturnya.

BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah setempat telah melakukan langkah antisipasi bagi masyarakat di wilayah terdampak. Salah satunya dengan mendistribusikan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Kami mengimbau BPBD dan pemerintah setempat serta lintas instansi terus melakukan distribusi masker, sudah dilakukan distribusi masker tapi terus dilakukan agar warga terhindar dari dampak abu vulkanik,” kata Berton.

Masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau mengikuti informasi serta arahan dari instansi berwenang.

“Warga diminta untuk tetap tenang namun tetap waspada mengikuti imbauan dari instansi terkait dan hanya dapat mengakses informasi dari pihak berwenang serta informasi yang sudah terverifikasi,” ujarnya.

 

 

Aktivitas Kegempaan Naik

Berdasarkan analisis Badan Geologi, erupsi Gunung Sinabung didahului peningkatan aktivitas kegempaan pada Senin pagi. Tercatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik.

Peningkatan aktivitas juga telah terpantau di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga sepanjang 1-30 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, asap kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal. Petugas juga mengamati fenomena pengeringan vegetasi di lereng bagian timur.

Rekaman kegempaan selama sebulan menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, termasuk ratusan gempa vulkanik dalam dan gempa tektonik.

Waspada Erupsi Susulan

Badan Geologi mengingatkan erupsi yang terjadi pada Senin merupakan erupsi awal sehingga masih terdapat potensi terjadinya erupsi susulan dengan intensitas lebih besar.

Seiring kenaikan status menjadi Level III (Siaga), Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.

Aktivitas juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap isu atau informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan resmi melalui kanal Badan Geologi, PVMBG, BPBD, serta aplikasi MAGMA Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya