Padamkan Kebakaran di Gambir, 2 Petugas Damkar Dibawa ke Rumah Sakit

Dua petugas pemadam kebakaran itu dilarikan ke rumah sakit usai terpapar asap saat memadamkan api melahap permukiman di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 31 Agustus 2026, 21:03 WIB
Kebakaran di Permukiman Gambir

Liputan6.com, Jakarta - Dua petugas pemadam kebakaran (damkar) terdampak asap saat menangani kebakaran di kawasan Batu Ceper, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Imbasnya, dua petugas itu harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena petugas menghadapi kepulan asap cukup tebal saat berjibaku memadamkan api.

"Untuk sementara korban (jiwa) tidak ada, cuma anggota kita saja yang mungkin asap cukup tebal, mereka fight, kelelahan. Akibatnya satu dibawa ke rumah sakit, satu Alhamdulillah sudah aman," kata Syarifudin di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Syarifudin menyebut bahwa kebakaran telah berhasil dilokalisir. Petugas damkar kini masih melakukan proses pendinginan dan penuntasan di lokasi.

“Status sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan aja, penuntasan saja,” ujar dia.

Syarifudin menuturkan sebanyak 29 unit mobil damkar dengan 135 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Jumlah armada ditambah dua unit setelah terdapat indikasi api menyebar ke gedung kosong.

Dia menjelaskan bahwa proses pemadaman api menghadapi sejumlah kendala karena kondisi permukiman yang padat sehingga api cepat merambat. Selain itu, sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran sehingga petugas harus menggelar selang dalam jarak panjang.

“Pertama kendalanya rumah padat hunian ya, cepat sekali perambatan. Kedua, sumber airnya jauh, jadi kita harus gelar selang cukup jauh juga,” kata dia.

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana mengatakan tidak ada korban jiwa dari masyarakat hingga proses penanganan berlangsung. Polisi mengerahkan sekitar 100 personel untuk membantu penanganan kebakaran.

“Alhamdulillah untuk korban jiwa dari masyarakat sampai hari ini belum ada,” kata Mirzal.

Mirzal mengatakan kebakaran terjadi di kawasan Gang 7, Gang 8, dan Gang 9 Batu Ceper. Dia menuturkan gang 8 dan Gang 9 terdampak kebakaran cukup parah.

Menurut dia, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dia mengatakan, tim identifikasi forensik atau Puslabfor akan melakukan penyisiran setelah proses pendinginan selesai.

“Tapi masih didalami ya masalah penyebab kebakaran karena api itu sangat cepat dan angin juga kencang sekali. Saat ini tim identifikasi forensik sudah standby untuk melakukan penyisiran apabila nanti pendinginan sudah dilakukan,” kata Mirzal.

Hanguskan 114 Rumah

Kebakaran yang melanda permukiman di kawasan Batu Ceper, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026) tercatat menghanguskan 114 rumah. Selain itu, total 310 kepala keluarga (KK) atau 880 jiwa terdampak.

Menurut Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin data tersebut merupakan pendataan sementara dari pihak Kecamatan.

“Berdasarkan pendataan sementara dari pihak Kecamatan, total 114 rumah terdampak, ada 310 KK (Kartu Keluarga), dan 880 jiwa ya yang terdampak,” kata Syarifudin di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Syarifudin mengatakan besarnya dampak kebakaran dipengaruhi kondisi permukiman yang sangat padat. Kondisi itu membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Selain kepadatan hunian, petugas juga menghadapi kendala sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Petugas harus menggelar selang dalam jarak yang cukup panjang untuk mendapatkan pasokan air.

“Pertama kendalanya rumah padat hunian ya, cepat sekali perambatan. Kedua, sumber airnya jauh, jadi kita harus gelar selang cukup jauh juga,” ucap Syarifudin.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 29 unit dengan total 135 personel. Dua unit tambahan dikerahkan setelah terdapat indikasi api menyebar ke sebuah gedung kosong di sekitar lokasi.

Syarifudin mengatakan kebakaran kini telah berhasil dilokalisir oleh petugas. Meski begitu, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu penyalaan kembali.

“Status sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan aja, penuntasan saja,” ujarnya.

Dalam proses pemadaman, dua petugas Damkar juga terdampak asap tebal dan kelelahan. Imbasnya petugas dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Untuk sementara korban (jiwa) enggak ada, cuma anggota kita saja yang mungkin asap cukup tebal, mereka fight, kelelahan. Akibatnya satu dibawa ke rumah sakit, satu alhamdulillah sudah aman,” kata Syarifudin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya