Liputan6.com, Jakarta - CEO & Co-Founder Ajaib Group, Anderson Sumarli menanggapi mengenai reformasi yang dilakukan di pasar modal Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menyambut positif sejumlah langkah reformasi yang dilakukan termasuk proses demutualisasi.
"Saya melihat sangat positif. Karena semua perubahan-perubahan ini intinya adalah untuk membuat pasar modal yang lebih transparan. Yaitu mungkin dari segi price finding-nya ataupun dari segi untuk menjaga keamanan dari segi retail yang ikutan masuk ke dalam pasar modal kita,” ujar CEO & Co-Founder Ajaib Group, Anderson Sumarli, Senin, (31/8/2026).
Advertisement
Dia menegaskan, keberhasilan suatu pasar ditentukan oleh sinergi dari berbagai belah pihak.
"Karena ada sinergi antara pelaku-pelaku pasar seperti kami yang pendekatannya melalui digital dan juga pemerintah yang membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan pasar modal dan juga menjaga keamanan dari pasar modal kami. Saya rasa sangat positif karena saya rasa apapun perubahan regulasi yang membantu untuk membuat pasar modal kita lebih transparan itu adalah positif menurut saya," ujar Anderson.
Kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekarang masih bersifat mutual yang berarti saham bursa dimiliki oleh anggotanya sendiri yaitu perusahaan sekuritas yang bertransaksi di bursa. Adapun demutualisasi merupakan penerapan lanjutan dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Selain itu, Ajaib Group belum memiliki rencana untuk menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO). "Untuk sekarang kami belum ada rencana untuk ke IPO, karena kami baru dapat dana,” kata Anderson.
"Tapi kami sangat mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar modal kita, karena bisnis kita kebetulan di industri pasar modal," ia menambahkan.
Program Edukasi Keuangan
Sementara itu, Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nani Wea juga mengatakan, Ajaib Group akan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Rabu, 2 September 2026.
"Untuk sama-sama berdiskusi bagaimana memajukan, kalau kita mencoba meminta pada pemerintah untuk lebih mendukung program-program edukasi finansial untuk para generasi muda karena hampir 80% customer kami adalah anak muda,” tutur Andi.
Sebelumnya, platform investasi asal Indonesia Ajaib Group mendapatkan pendanaan US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang.