Liputan6.com, Jakarta - Memilih jenis mesin mobil bukan sekadar soal gengsi merek atau mengejar performa. Lebih dari itu, calon pemilik kendaraan perlu menyesuaikan karakter mesin dengan kebutuhan, kondisi jalan yang sering dilalui, serta kemampuan finansial untuk perawatan jangka panjang.
Salah satu pilihan yang masih banyak digunakan pada kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga adalah mesin diesel. Mesin jenis ini dikenal memiliki torsi besar, konsumsi bahan bakar yang relatif efisien, serta daya tahan komponen yang tinggi.
Advertisement
Namun, di balik sejumlah keunggulan tersebut, mobil bermesin diesel juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhitungkan. Mulai dari suara mesin yang lebih kasar hingga biaya perawatan sistem injeksi yang cukup spesifik.
Dilansir dari laman Daihatsu, Senin (31/8/2026), berikut sejumlah keuntungan dan kerugian mesin diesel yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli mobil.
Keuntungan Mesin Diesel
1. Torsi Melimpah di Putaran Bawah
Salah satu karakter utama mesin diesel adalah torsi yang melimpah pada putaran mesin rendah. Kondisi ini membuat mobil diesel memiliki daya dorong kuat sejak putaran bawah.
Karakter tersebut sangat terasa ketika kendaraan digunakan untuk melibas tanjakan terjal, jalanan pedesaan, maupun medan yang membutuhkan tenaga besar.
Torsi besar juga menjadi keuntungan ketika mobil harus melewati genangan air setelah hujan. Meski demikian, kemampuan menerjang genangan tetap bergantung pada desain kendaraan, ketinggian ground clearance, serta kondisi jalan.
2. Konsumsi BBM Lebih Efisien
Mesin diesel juga dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang relatif efisien. Salah satu alasannya berasal dari karakter proses pembakaran mesin diesel.
Pada mesin diesel, bahan bakar solar disemprotkan pada fase kompresi ketika tekanan dan temperatur di dalam ruang bakar sudah tinggi. Karakter pembakaran tersebut memungkinkan mesin menghasilkan tenaga dengan penggunaan bahan bakar yang efisien.
Keunggulan ini membuat mesin diesel menarik bagi konsumen yang memiliki mobilitas tinggi, terutama untuk perjalanan jarak jauh atau penggunaan di luar kota.
3. Daya Tahan Komponen Tinggi
Keuntungan lain mesin diesel adalah daya tahan komponen internal yang cenderung tinggi. Konstruksi mesin diesel umumnya dibuat lebih kuat untuk menghadapi tekanan kompresi yang besar.
Blok mesin dan sejumlah komponen inti dirancang dengan konstruksi yang tangguh. Karena itu, apabila dirawat dengan benar, mesin diesel berpotensi memiliki durability yang baik dan mampu digunakan dalam jangka panjang.
Kerugian Mesin Diesel
1. Getaran dan Suara Mesin Lebih Bising
Di balik torsi besarnya, mesin diesel memiliki karakter suara dan getaran yang berbeda dari mesin bensin.
Proses pembakaran dengan tekanan tinggi membuat suara mesin diesel cenderung lebih kasar dan getarannya lebih terasa. Teknologi modern memang telah membuat tingkat kebisingan dan getaran semakin rendah, tetapi karakter tersebut masih menjadi salah satu pembeda utama antara mesin diesel dan bensin.
Bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan keheningan kabin, aspek ini perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil diesel.
2. Harga Beli dan Komponen Pendukung Lebih Mahal
Konstruksi mesin diesel yang kuat juga berdampak terhadap biaya produksi. Pada sejumlah model, hal tersebut membuat harga kendaraan bermesin diesel lebih tinggi dibandingkan mobil dengan mesin bensin sekelas.
Bukan hanya harga unit, komponen pendukung juga perlu diperhatikan. Mesin diesel membutuhkan sistem starter dan aki dengan kapasitas yang memadai untuk mendukung proses menghidupkan mesin dengan rasio kompresi tinggi.
Ketika komponen tersebut memasuki masa penggantian, pemilik perlu menyiapkan dana lebih dibandingkan kendaraan dengan spesifikasi mesin yang lebih sederhana.
3. Sistem Injeksi Membutuhkan Perawatan Spesifik
Mesin diesel modern umumnya menggunakan sistem suplai bahan bakar bertekanan tinggi dan presisi. Karena itu, kualitas bahan bakar serta perawatan sistem injeksi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Injektor yang bermasalah dapat memengaruhi performa, konsumsi bahan bakar, hingga emisi kendaraan. Pemilik mobil diesel juga disarankan melakukan perawatan secara berkala di bengkel yang memiliki peralatan dan teknisi yang kompeten, termasuk bengkel resmi.
Pilih Diesel atau Bensin?
Pada dasarnya, mesin diesel dan bensin diciptakan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Tidak ada satu jenis mesin yang selalu lebih unggul untuk semua pengguna.
Jika penggunaan mobil lebih banyak dilakukan di pusat kota dengan kondisi lalu lintas padat dan pola berkendara stop-and-go, mesin bensin bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.
Terlebih jika anggaran pembelian berada di kisaran Rp 200 jutaan dan kebutuhan utama adalah kendaraan keluarga 7-penumpang.
Sebaliknya, mesin diesel lebih menarik bagi konsumen yang memiliki anggaran memadai dan sering menggunakan mobil untuk perjalanan luar kota, membawa muatan, atau melewati rute dengan tanjakan dan medan yang berat.
Torsi besar serta efisiensi bahan bakar dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Jadi dapat disimpulkan, memilih mesin diesel bukan semata-mata persoalan menentukan mana yang paling superior dibandingkan mesin bensin.
Faktor terpenting adalah menyesuaikan karakter mesin dengan pola penggunaan kendaraan.
Mesin diesel menawarkan sejumlah keunggulan, seperti torsi besar di putaran bawah, konsumsi BBM yang relatif efisien, dan daya tahan komponen yang tinggi.
Namun, pemilik juga harus siap dengan konsekuensi berupa suara dan getaran yang lebih terasa, harga kendaraan serta sejumlah komponen yang lebih mahal, dan kebutuhan perawatan sistem injeksi yang spesifik.
Karena itu, sebelum membeli mobil diesel, pertimbangkan bukan hanya harga di awal, tetapi juga biaya bahan bakar, servis, suku cadang, dan kebutuhan penggunaan dalam jangka panjang.
Dengan perhitungan yang tepat, kendaraan yang dipilih tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi aset yang menunjang aktivitas tanpa menjadi beban biaya perawatan di kemudian hari.