Alat Ini Bisa Deteksi Kamera Tersembunyi di Tempat Tak Terduga

Alat deteksi kamera tersembunyi buatan peneliti KAIST disebut memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dari alat biasa. Benarkah?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 01 September 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi Kamera Tersembunyi (sumber: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kamera tersembunyi semakin marak ditemukan pada tempat-tempat tidak terduga seperti pulpen, jam dinding, pengisi daya, hingga bingkai foto di kamar hotel maupun penginapan.

Menjawab kerentanan ini, peneliti Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) menciptakan solusi dengan biaya terjangkau, melalui alat SweepLED.

Dilaporkan Digital Trends, Selasa (1/9/2026), perangkat itu berupa casing lampu LED tambahan pada ponsel pintar, dengan biaya hanya USD 7 ( sekitar Rp 124 ribu).

Mengapa Alat Deteksi Biasa Sering Gagal?

Sebagian besar alat deteksi genggam yang beredar di pasar mengandalkan metode sederhana seperti menyoroti cahaya ke suatu objek dan mencari pantulan terang.

Masalahnya, benda berlapis kaca, logam, atau plastik juga memantulkan cahaya. Hal itu menyulitkan pengguna untuk membedakan antara pantulan lensa kamera dan pantulan cahaya dari objek.

Alat ini menjaga posisi kamera ponsel tetap diam, lalu memancarkan sinar LED yang bergerak dari berbagai sudut. Hal itu karena lensa kamera memiliki struktur internal khusus, sehingga pantulan cahayanya berubah arah dan karakteristik ini tidak dimiliki oleh benda mengilap biasa.

Cara Kerja SweepLED

SweepLED merekam seluruh proses pemindaian cahaya dalam bentuk video singkat, lalu menggunakan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengenali distorsi lensa, beserta menandai lokasi tempat kamera tersembunyi secara presisi.

Para peneliti menguji 30 benda sehari-hari yang biasa ditemukan di kamar hotel atau penginapan. Hasilnya terdeteksi kamera tersembunyi dengan tingkat akurasi 94%, dan waktu pemrosesannya kurang dari lima detik per objek.

Sebuah studi terbaru dari University College London (UCL), mengungkapkan alat deteksi yang tersedia di pasaran masih gagal mendeteksi 59% perangkat dalam pengujian.

 

Kapan Meluncur?

Riset yang dipimpin oleh Prof. Jun Han dari KAIST bersama tim dari National University of Singapore dan Singapore Management University ini sudah dipresentasikan pada ajang ACM MobiSys 2026.

Meskipun belum dipasarkan secara massal, konsep ini cukup sederhana sehingga berpotensi besar akan diwujudkan menjadi produk nyata dalam waktu dekat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya