Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (31/8/2026). IHSG hari ini berpotensi naik ke posisi 6.599-6.666. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 0,06% ke 6.518 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada Jumat, 28 Agustus 2026. Secara mingguan, IHSG turun 0,12%, tetapi masih mampu berada di atas moving average-nya (MA 20 harian).
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG sedang berada pada awal wave v dari wave © sehingga masih berpeluang menguat ke posisi 6.599-6.666.
“Namun, worst case (merah), posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.299-6.352,” tutur Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.373,6.272 dan level resistance 6.599,6.705 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.440-6.635.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness
Saham AMRT terkoreksi 2,55% ke 1.340 dan didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. “Posisi AMRT saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [y] dari wave B,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.265-1.315
Target Price: 1.455, 1.520
Stoploss: below 1.230
2.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness
Saham BUMI terkoreksi 2,06% ke 190 dan disertai dengan adanya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BUMI sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],” kata dia.
Buy on Weakness: 164-184
Target Price: 202, 224
Stoploss: below 162
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Trading Buy
Saham INDF bergerak flat ke 7.300 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penutupannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi INDF sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c),” ujar dia.
Trading Buy: 7.225-7.300
Target Price: 7.450, 7.650
Stoploss: below 7.200
4.PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) - Buy on Weakness
Saham LSIP menguat 0,34% ke 1.465 tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi LSIP sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.
Buy on Weakness: 1.420-1.455
Target Price: 1.525, 1.590
Stoploss: below 1.400
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 28 Agustus 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Jumat, (28/8/2026). IHSG hari ini lesu di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke 17.679.
Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,06% menjadi 6.518,12. Indeks saham LQ45 menguat 0,12% menjadi 641,82. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Jelang akhir pekan ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.566,90 dan level terendah 6.495,73. Sebanyak 328 saham melemah sehingga bebani IHSG. Akan tetapi, 276 saham menguat dan 188 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.007.391 kali dengan volume perdagangan saham 35,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS terhadap rupiah di kisaran 17.679).
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham consumer siklikal naik 0,52%, sektor saham keuangan bertambah 0,67% dan sektor saham transportasi melambung 0,44%.
Sementara itu, sektor saham industri turun 1,41%, sektor saham energi merosot 0,65%, sektor saham basic terpangkas 0,42%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,36%, sektor saham kesehatan terperosok 0,71%. Kemudian sektor saham properti turun 0,03%, sektor saham teknologi merosot 0,58% dan sektor saham infrastruktur melemah 0,64%.
Di sisi lain, sektor saham consumer siklikal naik 0,52%, sektor saham keuangan bertambah 0,67% dan sektor saham transportasi menguat 0,44%.