Telkom Ungkap Formula Sukses Enterprise Terapkan AI

AI dinilai harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan.

oleh IskandarDiterbitkan 30 Agustus 2026, 21:35 WIB
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, dalam forum enterprise ignitePRO, bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. Credit: Telkom

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) memicu gelombang transformasi digital di berbagai sektor industri.

Kendati demikian, tantangan terbesar sektor enterprise saat ini bukan lagi sekadar memilih tools AI yang tepat, melainkan memastikan kesiapan infrastruktur, data, keamanan, hingga sumber daya manusia (SDM) agar teknologi ini memberikan nilai bisnis yang terukur.

Isu krusial tersebut menjadi sorotan utama dalam forum enterprise ignitePRO, yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, menekankan bahwa eksekusi lapangan menjadi ujian sesungguhnya bagi setiap perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi cerdas ini.

“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” ujar Veranita dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, integrasi AI memerlukan kesiapan tata kelola yang matang, penyesuaian model operasional, serta peningkatan kapabilitas SDM agar mampu beradaptasi dengan budaya kerja berbasis data.

“AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan. Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan,” Veranita memungkaskan.

 

4 Pilar Utama Transformasi AI

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine. Credit: Telkom

Dalam ajang tersebut, Telkom Solution (bagian dari Telkom Group) menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif agar adopsi AI tidak berhenti pada tahap pembuktian konsep (Proof of Concept). Telkom memperkenalkan empat pilar utama sebagai fondasi transformasi AI nasional:

  • Intelligence: Kesiapan data dan kapabilitas analitik organisasi.
  • Trust: Tata kelola AI yang etis, aman, dan patuh pada regulasi.
  • Infrastructure: Keandalan jaringan serta pemrosesan data berkecepatan tinggi.
  • Collaboration: Sinergi lintas sektor antara penyedia teknologi, pemerintah, dan pelaku industri.

Melalui hadirnya ignitePRO di BATIC 2026, arah diskusi industri telekomunikasi dan teknologi resmi bergeser--tidak hanya berfokus pada penyediaan konektivitas digital--juga memastikan teknologi tersebut menghasilkan dampak ekonomi langsung bagi lanskap bisnis di Indonesia.

Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, forum ini memfasilitasi dialog strategis antara pemimpin bisnis, pemerintah, pakar teknologi, investor, dan pelaku ekosistem digital untuk menjembatani jurang antara ekspektasi dan implementasi AI.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya