Asosiasi Atlet Tunarungu Tanggapi Kabar Penggalangan Dana ke Turnamen Internasional

Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan tanggapan resmi soal kabar penggalangan dana untuk atlet berangkat ke ajang internasional.

oleh ThomasDiterbitkan 30 Agustus 2026, 21:00 WIB
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN)

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) angkat bicara terkait informasi mengenai atlet tunarungu Indonesia yang disebut harus melakukan penggalangan donasi masyarakat untuk mengikuti ajang olahraga internasional.

Melalui akun media sosial resminya, PATRIN menegaskan tidak mengetahui maupun menerima koordinasi resmi terkait adanya penggalangan donasi tersebut.

PATRIN menyebut, sebagai organisasi yang menaungi pembinaan dan pengembangan olahraga atlet tunarungu Indonesia, proses pengiriman dan keikutsertaan atlet pada ajang olahraga internasional selama ini ditempuh melalui mekanisme serta koordinasi resmi dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

"Terkait adanya informasi bahwa atlet tunarungu harus melakukan penggalangan donasi dari masyarakat, PATRIN sebagai organisasi yang menaungi olahraga atlet tunarungu Indonesia menyatakan bahwa kami tidak mengetahui dan tidak menerima koordinasi resmi terkait hal tersebut."

PATRIN memastikan akan menelusuri dan mengklarifikasi persoalan tersebut melalui komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan kejelasan mengenai mekanisme keberangkatan atlet yang disebut harus melakukan penggalangan dana secara mandiri.


PATRIN Akan Koordinasi dengan Pihak Terkait

PATRIN juga menegaskan memiliki hubungan dan koordinasi yang baik dengan NPCI, khususnya dalam urusan pembinaan serta pengiriman dan keikutsertaan kontingen atlet tunarungu Indonesia pada berbagai kegiatan olahraga internasional.

"Kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut untuk memperoleh kejelasan mengenai bagaimana atlet-atlet tersebut dapat dikirim tanpa koordinasi resmi kepada PATRIN, NPCI, dan Kemenpora," lanjut PATRIN.

Menurut PATRIN, persoalan tersebut perlu diselesaikan secara transparan, terkoordinasi, dan profesional. Kepentingan serta masa depan para atlet tunarungu Indonesia menjadi prioritas utama dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Klarifikasi juga disampaikan langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat PATRIN, yakni Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro.

Dalam keterangan resminya, Agung menegaskan bahwa PATRIN yang di kancah internasional dikenal dengan nama IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete) merupakan organisasi resmi dan satu-satunya di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) sebagai organisasi yang menaungi olahraga tunarungu di tingkat internasional.

Lanjut Baca:

“Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional,” tegas Agung.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya