Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Jepang di Indonesia bersama ARC Sudirman dan Jakarta Sinfonietta menggelar konser bertajuk Echoes Across The Sea di Sequis Tower, Sudirman Hall, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Konser tersebut mempertemukan musisi dari Indonesia dan Jepang dalam sebuah pertunjukan yang menggabungkan karya komposer dari berbagai belahan dunia. Jakarta Sinfonietta tampil di bawah arahan konduktor dan maestro Iswargia R. Sudarno, sementara pianis asal Jepang, Toru Oyama, tampil sebagai solois.
Advertisement
Melalui konser tersebut, para penonton diajak menikmati karya sejumlah komposer Jepang, termasuk Joe Hisaishi, Toru Takemitsu, dan Ryuichi Sakamoto. Selain itu, repertoar konser juga menghadirkan karya komposer dunia seperti Frédéric Chopin, Claude Debussy, William Walton, hingga Wolfgang Amadeus Mozart.
Perwakilan ARC Sudirman, Robert Mulyarahardja, mengatakan gagasan Echoes Across The Sea berasal dari Toru Oyama. Menurut dia, tema tersebut mencerminkan pertemuan seniman dan tradisi musik dari berbagai negara dalam satu panggung.
"Toru Oyama yang punya idenya," kata Robert pada Sabtu (29/8/2026).
Robert menilai konsep tersebut menggambarkan interaksi antara musisi Indonesia dan Jepang dalam membawakan karya-karya musik dari berbagai negara.
"Saya mengartikannya karena kita terpisah, orkestranya dari Indonesia, Toru dari Jepang, ada lagu-lagu yang dibawakan dari Eropa, jadi terjadi interaksi dan interpretasi dari seniman dan karya yang dibawakan," ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat. Menurut Robert, karya-karya komposer Eropa yang dibawakan oleh musisi dengan latar budaya Indonesia dan Jepang dapat menghasilkan interpretasi yang unik.
"Lagu-lagu komposer Eropa dibawakan dengan sensibilitas Indonesia dan Jepang jadi sesuatu yang unik," imbuhnya.
Sementara itu, Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Kano Tatsuya, mengatakan Toru Oyama merupakan pianis yang menetap di Belanda. Namun, dalam sekitar satu dekade terakhir, Oyama aktif mendukung perkembangan musisi muda Indonesia di dunia musik klasik.
"Ia bolak-balik Belanda, Jepang, Indonesia untuk mendukung pemuda dunia klasik sampai jadi artis," kata Kano.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, mengatakan konser tersebut menjadi sebuah perjalanan musikal yang melampaui batas antara tradisi Timur dan Barat.
Dalam sambutannya, Ueno berharap para penonton dapat menikmati keberagaman tradisi musik Jepang yang terbentuk dari kekayaan sejarah dan warisan budayanya.
"Kami berharap hadirin menikmati keberagaman tradisi musik Jepang yang terbentuk oleh kekayaan dan warisan budaya serta mengapresiasi daya tarik keunikannya," ujar Ueno.
Ia berharap Echoes Across The Sea tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.