Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penjualan bersih Rp 62,71 triliun pada semester I 2026. Penjualan itu tumbuh 6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 59,02 trilun. Perseroan mencatat penjualan emas Antam masih menjadi kontribusi terbesar perseroan hingga Juni 2026.
Dari total penjualan perseroan, penjualan domestik mencapai 96%. Nilai penjualan domestik itu setara Rp 60,15 triliun. Pertumbuhan penjualan domestik, mencerminkan implementasi strategi Perusahaan untuk memperkuat basis pelanggan di dalam negeri pada produk -produk emas, bijih nikel dan bijih bauksit.
Advertisement
"Capaian kinerja operasional ANTAM pada semester I 2026 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, (30/8/2026).
Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTAM dengan proporsi 80% terhadap total penjualan ANTAM pada semester I 2026. Penjualan emas tumbuh 1% menjadi Rp 50,39 triliun, dari Rp 49,68 triliun pada semester I 2025. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas pada semester I 2026 mencapai sebesar 18.080 kg (581.286 troy oz.).
Sementara produksi emas dari tambang Perusahaan pada semester I 2026 sebesar 433 kg (13.921 troy oz.). ANTAM terus memperkuat pengelolaan persediaan emas secara disiplin dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, strategi pengadaan dan pricing, serta efisiensi penggunaan modal kerja. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan produk, perputaran persediaan, dan likuiditas Perusahaan .
Perseroan menyatakan, menghadirkan produk Logam Mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik. Kerja sama tersebut juga mendukung penguatan ekosistem industri emas nasional serta peningkatan pemanfaatan sumber bahan baku emas domestik.
Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 17% atau Rp 10,41 triliun terhadap total penjualan pada semester I 2026, meningkat 32% dari Rp 7,87 triliun pada semester I 2025.
Perseroan memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I 2026, yang ditopang optimalisasi kegiatan penambangan, dengan penjualan bijih nikel sepanjang semester I 2026 mencapai sebesar 6,77 juta wmt.
Produksi Nikel
Sementara itu, ANTAM memproduksi 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada semester I 2026, didukung keberlangsungan operasi dan ketersediaan bahan baku.
Secara kumulatif, penjualan feronikel pada semester I 2026 tumbuh 32% menjadi 7.605 TNi dibandingkan 5.763 TNi pada semester I 2025. Perkembangan penjualan feronikel tersebut, menunjukkan efektivitas pemasaran dan pemenuhan permintaan pelanggan.
Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp 1,88 triliun, meningkat 28% dibandingkan Rp 1,46 triliun pada semester I 2025. Produksi bauksit pada 1H26 mencapai 1,28 juta wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas, produktivitas tambang, dan permintaan domestik.
Sepanjang semester I 2026, penjualan bauksit tumbuh 24% menjadi 1,26 juta wmt dibandingkan 1,01 juta wmt pada semester pertama 2025.
Produksi Alumina
Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina ) pada semester pertama 2026 mencapai sebesar 100.257 ton alumina, meningkat 12% dibandingkan capaian produksi alumina pada semester pertama 2025 sebesar 89.385 ton alumina.
Dari sisi penjualan, tercatat sebesar 100.437 ton alumina, meningkat 10% dibandingkan penjualan alumina pada semester pertama 2025 sebesar 91.109 ton alumina.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira menuturkan, kinerja profitabilitas yang tetap solid secara year-on-year, fokus perseroan adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, ANTAM terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion , serta alokasi modal secara prudent.
"Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTAM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, mendukung agenda pertumbuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar dia.