Liputan6.com, Jakarta - Juventus berhasil mempertahankan awal sempurna mereka pada kompetisi Serie A musim 2026/2027. Bermain di Allianz Stadium pada Sabtu (29/8/2026), Bianconeri sukses mengamankan tiga poin setelah menundukkan Parma dengan skor 2-0.
Kemenangan ini membuat Juventus kini mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Selain mencatatkan hasil positif, tim asuhan pelatih tersebut juga menunjukkan pertahanan yang solid karena belum kebobolan satu gol pun sejak awal musim.
Advertisement
Pertandingan kontra Parma sempat berjalan alot bagi Juventus sepanjang babak pertama. Francisco Conceicao menjadi motor serangan yang paling merepotkan lini belakang tim tamu, bahkan ia nyaris membawa keunggulan pada menit ke-32 jika tembakannya tidak membentur tiang gawang.
Perubahan taktik dilakukan pada babak kedua dengan memasukkan Nico Gonzalez pada menit ke-57. Keputusan tersebut terbukti jitu karena hanya berselang lima menit, Nico sukses memecah kebuntuan. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti sempat mengenai tiang, namun ia sigap menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Parma sempat berusaha memberikan perlawanan melalui sundulan David Romero. Namun, kiper Guglielmo Vicario tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap perawan. Kemenangan Juventus akhirnya dipastikan oleh Teun Koopmeiners pada menit ke-88, yang mencetak gol lewat tembakan mendatar ke pojok gawang setelah menerima umpan dari Manuel Locatelli.
Dominasi Juventus di Allianz Stadium
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menilai timnya tampil bagus saat mengalahkan Parma 2-0 pada pekan kedua Serie A 2026/2027 di Allianz Stadium, Sabtu (29/8/2026).
Juventus sempat mendapat sorakan dari suporter setelah kesulitan mencetak gol pada babak pertama. Jonathan David menjadi salah satu pemain yang mendapat kritik dari tribun penonton.
Namun, pergantian pemain pada babak kedua mengubah jalannya pertandingan. Nico Gonzalez masuk pada menit ke-57 dan langsung memberikan dampak besar.
Pemain asal Argentina itu menciptakan peluang, melepaskan tembakan yang membentur tiang, lalu mencetak gol pembuka Juventus pada menit ke-62.
Nico juga berperan dalam proses terciptanya gol kedua. Tekanan yang dilakukannya membuat Parma kehilangan bola sebelum Teun Koopmeiners mencetak gol pada menit ke-88.
Komentar Spalletti
Spalletti menegaskan dirinya tetap puas dengan performa Juventus, termasuk permainan pada babak pertama.
"Saya juga sangat menyukai babak pertama. Memang benar kami tidak cukup baik dalam menciptakan ruang untuk melakukan tembakan," ujar Spalletti kepada DAZN.
Menurut Spalletti, Juventus mampu mendominasi pertandingan dan terus memberikan tekanan kepada Parma.
"Itu adalah penampilan yang solid, dengan tujuan, motivasi, kualitas, dan tekanan yang konstan. Jelas, Anda membutuhkan momen untuk menyelesaikannya, tetapi saya senang kami bisa terus menekan lawan dalam waktu yang lama," tuturnya.
Spalletti juga menilai Juventus sebenarnya menciptakan banyak situasi berbahaya meski tidak semuanya berujung tembakan tepat sasaran.
"Kami tidak setepat yang seharusnya untuk menciptakan lebih banyak tembakan ke gawang, tetapi kami menciptakan banyak situasi," kata pelatih asal Italia tersebut.
Sumber: Football Italia