3 Catatan Laga Liverpool 2-2 Nottingham Forest: Andoni Iraola Punya Banyak PR

Tiga catatan penting dari hasil imbang Liverpool vs Nottingham Forest 2-2, salah satunya pertahanan The Reds rapuh

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Agustus 2026, 08:29 WIB
Striker Liverpool Alexander Isak rayakan gol ke gawang Nottingham Forest pada laga Liga Inggris 2026/2027. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool kembali gagal meraih kemenangan pada pekan kedua Premier League 2026/2027. Bermain di Anfield, Sabtu (29/8/2026) malam WIB, The Reds harus puas bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest.

Hasil tersebut terasa seperti pengulangan pekan sebelumnya ketika Liverpool juga ditahan Newcastle United dengan skor identik. Dua kali tertinggal, dua kali pula Liverpool mampu bangkit untuk mengamankan satu poin.

Alexander Isak sempat menghidupkan harapan Liverpool setelah menyambar umpan silang Cody Gakpo pada menit ke-60. Namun, Morgan Gibbs-White kembali membawa Forest unggul lewat penalti sebelum Victor Munoz mencetak gol penyeimbang melalui tembakan keras.

Pertandingan ini sekaligus memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi Andoni Iraola. Berikut tiga catatan penting dari duel Liverpool kontra Nottingham Forest.


Jeremy Jacquet dan Kekacauan di Lini Belakang

Jeremy Jacquet saat memperkuat tim muda Prancis. Bek muda ini baru saja direkrut Liverpool. (X/Liverpool)

Jeremy Jacquet sebenarnya mengawali laga dengan penampilan menjanjikan. Bek tengah baru Liverpool itu beberapa kali menunjukkan keberanian dengan memblokir dua tembakan dan menghalau ancaman Forest.

Namun, situasi berubah ketika gol pertama tim tamu tercipta. Jacquet membuat Igor Jesus tetap berada dalam posisi onside saat menerima umpan jauh Matz Sels, sebelum kemudian terpancing mengejar bola dan meninggalkan ruang untuk Ndoye.

Masalah tersebut menunjukkan koordinasi lini belakang Liverpool masih belum solid. Posisi Frimpong dan Cody Gakpo yang tidak ideal semakin memperbesar ruang, sementara kekacauan itu mengingatkan pada persoalan organisasi pertahanan yang sebelumnya terlihat saat menghadapi Newcastle.


Alexander Isak Mulai Menjawab Keraguan

Aksi Alexander Isak dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026, Kamis (18/9/2025). (AP Photo/Jon Super)

Alexander Isak datang dengan tekanan besar setelah Liverpool mengeluarkan £125 juta untuk memboyongnya. Setelah musim lalu terganggu persoalan pramusim dan cedera, penyerang Swedia itu dituntut segera membuktikan kualitasnya di Anfield.

Selama satu jam pertama, Isak belum menunjukkan banyak ancaman. Ia sempat kehilangan bola ketika berduel dengan Jair Cunha dan kesulitan menemukan ruang di antara para pemain belakang Forest.

Namun, satu peluang dari Gakpo berhasil dimanfaatkan dengan sempurna. Gol tersebut menjadi sinyal positif bahwa Isak masih memiliki naluri penyelesaian akhir yang dibutuhkan Liverpool, meski performa keseluruhannya masih harus ditingkatkan.


Iraola Masih Kekurangan Daya Gedor

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Iraola menggunakan seluruh lima pergantian pemain pada babak kedua untuk mengejar ketertinggalan. Ngumoha, Kostas Tsimikas, Ryan Gravenberch, Ronald Araujo, dan Trey Nyoni masuk, tetapi tidak banyak yang langsung memberikan perubahan signifikan pada daya serang Liverpool.

Komposisi pergantian tersebut juga memperlihatkan keterbatasan opsi Iraola. Dua bek, dua gelandang bertahan, dan satu pemain sayap muda masuk, sementara Dominik Szoboszlai bahkan harus bergeser menjadi bek kanan.

Gol keras Munoz akhirnya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan untuk kedua kalinya secara beruntun. Namun, hasil itu tidak menghapus persoalan yang terlihat di Anfield, terutama ketika Liverpool membutuhkan gol dan Iraola belum memiliki cukup banyak opsi ofensif untuk mengubah jalannya pertandingan.

Sumber: The Mirror

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya