Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Trump, Sebut Propaganda Netanyahu

Pemerintah Iran membantah laporan mengenai dugaan rencana menargetkan putra Presiden AS Donald Trump.

oleh Septian DenyDiterbitkan 29 Agustus 2026, 20:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih. (Dok. AP/Alex Brandon)

Liputan6.com, Teheran - Teheran membantah laporan mengenai dugaan rencana Iran untuk menargetkan putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Iran menyebut tuduhan tersebut sebagai “propaganda yang dibuat-buat”.

Penolakan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, seperti dilaporkan kantor berita Iran, ISNA, Kamis.

Dikutip dari Anadolu, Sabtu (29/8/2026), Rezaei menyebut tuduhan tersebut sebagai tipu daya Netanyahu, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Dakwaan bahwa ada plot terhadap putra Trump tidak lebih dari kebohongan besar yang dirancang Netanyahu untuk menipu dan menakut-nakuti presiden AS,” kata Rezaei.

Pernyataan tersebut muncul setelah stasiun televisi pemerintah Iran baru-baru ini menayangkan video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Video itu memuat informasi mengenai tempat tinggal dan pergerakan Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump, di New York.

Video yang ditayangkan Iran Channel 3 tersebut secara luas ditafsirkan sebagai ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump.

Ketegangan Iran-AS Kembali Memanas

Ketegangan antara Teheran dan Washington masih tinggi sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan menargetkan posisi serta aset militer AS di sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan Washington.

Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum kesepahaman yang terdiri dari 14 poin di Islamabad. Kesepakatan tersebut dicapai melalui mediasi Pakistan dan Qatar dengan tujuan mengakhiri permusuhan sekaligus membuka jalan bagi negosiasi.

Namun, pelaksanaan kesepakatan itu kemudian menghadapi berbagai kendala. Teheran menuduh Washington tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati.

AS kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Juli, yang kemudian memicu serangan balasan lebih lanjut dari Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya