Liputan6.com, Jakarta - Ponsel pintar terus berkembang, tetapi baterai dan waktu pengisian masih menjadi persoalan bagi pengguna. Sejumlah HP China justru menawarkan teknologi pengisian yang jauh lebih cepat.
Dikutip dari BGR, Senin (31/8/2026), sejumlah HP China seperti Oppo dan Xiaomi sudah memakai pengisian berdaya tinggi yang bisa membawa baterai dari nol hingga 50% dalam waktu kurang dari 10 menit. Sementara Samsung Galaxy dan iPhone yang beredar di Amerika Serikat (AS) dan Eropa umumnya masih mendukung pengisian hingga 60W.
Advertisement
Perbedaan ini tidak hanya berasal dari adaptor. Produsen juga mengembangkan sistem baterai dan pengaturan panas agar perangkat tetap aman saat menerima daya tinggi.
Oppo, misalnya, membuat adaptor sendiri yang membatasi paparan panas berlebih pada ponsel. Xiaomi menggunakan sistem yang mengisi dua sel baterai secara bersamaan untuk mengatur arus dan tegangan.
Kedua cara itu membantu HP mengisi baterai lebih cepat, selain hanya mengandalkan adaptor berdaya tinggi.
Teknologi baterai juga ikut berperan. Sejumlah merek China mulai menggunakan baterai silicon-carbon yang mampu menyimpan energi lebih besar dalam ukuran yang lebih kecil.
Baterai dengan silicon-carbon sudah digunakan oleh beberapa produsen, termasuk Oppo, Xiaomi, Honor, OnePlus, dan Vivo.
Di sisi lain, produsen ponsel di AS dan Eropa memiliki pendekatan berbeda. Teknologi pengisian cepat memang tersedia, tetapi bukan menjadi salah satu daya tarik utama pada sejumlah HP populer di wilayah tersebut.
Investasi HP China Terhadap Pengisian Cepat
Perusahaan teknologi Qualcomm sempat memperkenalkan Quick Charge 5+ pada 2025 dengan dukungan pengisian hingga 140W. Namun, perangkat dan aksesori yang mendukung teknologi ini masih terbatas.
Pocket-lint menjelaskan bahwa perusahaan China telah menghabiskan banyak biaya untuk mengembangkan teknologi pengisian mereka sendiri. Investasi itu kemudian terhubung dengan rantai produksi lokal sehingga penerapannya lebih mudah dilakukan.
Sementara itu, Apple, Google, dan Samsung lebih banyak memberikan perhatian pada kamera, AI, dan bagian lain dari pengalaman menggunakan ponsel. Artinya, teknologi pengisian berdaya sangat tinggi belum menjadi fokus utama mereka.
Faktor Keamanan
Ada pula faktor keamanan dan umur baterai. Pengisian dengan daya tinggi menghasilkan panas lebih besar sehingga produsen perlu menjaga suhu dan kondisi baterai selama proses berlangsung.
Samsung pernah menghadapi masalah baterai pada Galaxy Note 7 yang berujung pada penarikan perangkat secara global. Apple juga sempat mendapat kritik terkait pengelolaan kesehatan baterai iPhone.
Karena itu, perbedaan kecepatan pengisian bukan sekadar soal siapa yang memiliki adaptor dengan daya lebih besar. Teknologi baterai, pengaturan panas, investasi penelitian, serta pertimbangan keamanan ikut menentukan seberapa cepat sebuah HP bisa diisi.