Raja Baru Norwegia Haakon VIII Naik Takhta di Tengah Skandal Istri dan Anak Tiri

Nama Haakon kembali menghiasi takhta Norwegia untuk pertama kalinya sejak Haakon VII meninggal pada 1957.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 28 Agustus 2026, 17:10 WIB
Raja Haakon VIII dari Norwegia. (Dok. AP/Lindsey Wasson)

Liputan6.com, Oslo - Norwegia kini memiliki raja baru. Salah satu tantangan yang dihadapi sang raja adalah menjaga stabilitas monarki sekaligus meningkatkan kembali popularitas keluarga kerajaan, yang belakangan tercoreng akibat hubungan masa lalu istrinya dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal dunia, serta vonis pemerkosaan terhadap anak tirinya.

Putra Mahkota Haakon (53) naik takhta sebagai Raja Haakon VIII setelah ayahnya Raja Harald V meninggal pada Jumat (28/8/2026). Anak sulung Haakon, Ingrid Alexandra, kini menyandang gelar putri mahkota dan menjadi pewaris takhta.

Haakon sudah cukup berpengalaman menjalankan tugas kerajaan. Dalam beberapa tahun terakhir, ketika usia Harald semakin lanjut dan kesehatannya menurun, Haakon beberapa kali menggantikan ayahnya menjalankan tugas kepala negara sebagai wali raja.

Monarki Norwegia memiliki sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga masa Raja Harald Fairhair pada abad kesembilan. Ketika Norwegia kembali merdeka dari Swedia pada 1905, sekitar tiga perempat pemilih dalam referendum nasional mendukung pemulihan sistem monarki.

Saat ini, raja sebagian besar menjalankan peran simbolis karena kekuasaan politik berada di tangan parlemen hasil pemilihan umum. Namun, keluarga kerajaan tetap menjadi figur penting di Norwegia dan ikut berperan memperkenalkan negara makmur itu di dunia internasional.

Haakon adalah anak bungsu Harald. Ia lahir dua tahun setelah kakaknya, Putri Martha Louise. Meski demikian, karena aturan suksesi ketika itu mengutamakan laki-laki, Haakon menjadi pewaris takhta setelah kakeknya, Raja Olav, meninggal pada 1991.

Konstitusi Norwegia sebenarnya telah diubah pada 1990 sehingga anak sulung mendapat urutan pertama dalam pewarisan takhta tanpa memandang jenis kelamin. Namun, perubahan tersebut tidak diberlakukan surut sehingga tidak mengubah posisi Haakon dalam garis suksesi.

Dalam sebuah buku yang terbit pada 1998, Haakon mengungkapkan bahwa semasa kecil ia pernah bermimpi memiliki toko mainan. Namun, ia kemudian menyadari bahwa jalan hidupnya telah ditentukan dan suatu hari dirinya akan menjadi raja.

Haakon meraih gelar sarjana ilmu politik dari University of California, Berkeley. Ia kemudian memperoleh gelar master studi pembangunan dari London School of Economics and Political Science dengan fokus pada perdagangan internasional dan Afrika.

Pada 1995, Haakon lulus dari Akademi Angkatan Laut Kerajaan Norwegia. Ia juga mengikuti program pelatihan diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Haakon dikenal gemar berselancar, bermain ski, dan berolahraga. Kepada stasiun penyiaran Norwegia NRK, ia pernah mengatakan bahwa jika bukan anggota keluarga kerajaan, dirinya mungkin akan menjadi peselancar.

Ia menyukai musik, terutama rock dan rap. Semasa muda, Haakon kerap menghadiri festival musik di berbagai negara Eropa.

Menikahi Janda Anak Satu

Putra Mahkota Norwegia Haakon dan istrinya, Putri Mahkota Mette-Marit, tiba di Istana Monako untuk menghadiri upacara pernikahan keagamaan Pangeran Albert II dan Putri Charlene, Sabtu (2/7/2011). (Dok. AP Photo/Michel Spingler, Pool)

Haakon sudah menyadari hubungannya dengan Mette-Marit Tjessem Hoiby (53) tidak akan mudah diterima ketika keduanya bertemu dalam sebuah festival musik populer di Norwegia pada 1999.

Mette-Marit saat itu merupakan seorang ibu tunggal. Ayah dari putranya pernah dijatuhi hukuman penjara karena kepemilikan kokain. Mette-Marit sendiri diketahui pernah menghadiri pesta yang diwarnai penggunaan narkoba ilegal.

Hubungan mereka membelah pendapat masyarakat Norwegia. Sebagian mendukung kisah cinta keduanya, sementara sebagian lainnya bersikap skeptis.

Surat kabar Norwegia VG pada 2000 menulis bahwa Haakon "hidup lebih dekat dengan rakyat dibandingkan pewaris takhta mana pun sebelumnya".

Dalam wawancara dengan NRK pada Mei 2000, Haakon mengatakan bahwa pada awal 1990-an muncul "budaya anak muda" di Oslo. Ia mengakui Mette-Marit "merupakan bagian aktif dari lingkungan tersebut pada masa itu".

"Jelas bahwa pesta-pesta di sana berlangsung cukup berlebihan," kata Haakon.

Meski demikian, Haakon akhirnya mendapat restu dari ayahnya untuk menikahi Mette-Marit. Harald sendiri menikah dengan perempuan yang bukan berasal dari kalangan bangsawan.

Latar belakang Mette-Marit tak menghalangi masyarakat Norwegia untuk kemudian menyukainya. Perempuan berambut pirang dan berpostur tinggi itu dikenal memiliki pembawaan yang sederhana, mudah tersenyum, serta secara terbuka menunjukkan rasa cintanya kepada Haakon.

Keduanya menikah pada Agustus 2001 di Katedral Oslo.

Popularitas pasangan itu kemudian melonjak. Mereka berhasil memadukan citra sebagai keluarga kerajaan yang dekat dengan masyarakat dengan kemewahan dan keanggunan yang tetap melekat pada kehidupan bangsawan.

Haakon dan Mette-Marit kerap menghiasi sampul majalah hiburan, tetapi pada saat yang sama berusaha menjalani kehidupan keluarga yang relatif normal dan menjaga privasi mereka.

Pasangan tersebut memiliki dua anak, Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus. Haakon juga menjadi ayah tiri bagi putra Mette-Marit, Marius Borg Hoiby, yang tidak memiliki gelar kerajaan.

Reputasi Keluarga Kerajaan Norwegia

Marius Borg Hoiby bersama ibunya Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit. (Dok. Lisa Aserud/NTB via AP)

Pada Juni, Hoiby dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas pemerkosaan.

Ia dinyatakan bersalah atas dua dari empat dakwaan pemerkosaan yang dihadapinya dan dibebaskan dari dua dakwaan lainnya. Ia juga dinyatakan bersalah atas penyerangan dan kekerasan dalam hubungan dekat.

Pengacara Hoiby mengatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Persidangan Hoiby berlangsung ketika keluarga kerajaan kembali menjadi sorotan akibat terungkapnya hubungan Mette-Marit pada masa lalu dengan Epstein.

Mette-Marit telah meminta maaf secara terbuka atas hubungannya dengan Epstein. Ia mengakui telah membuat keputusan yang buruk dengan tetap menjalin kontak dengannya. Mette-Marit tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Dalam wawancara televisi pada Maret, Mette-Marit mengatakan dirinya telah dimanipulasi dan ditipu oleh Epstein. Ia mengaku merasa tidak aman saat bertemu Epstein pada 2013 di kediaman Epstein di Palm Beach, Florida.

Pada 2018, istana kerajaan mengumumkan bahwa Mette-Marit didiagnosis menderita jenis fibrosis paru kronis yang langka. Kondisi tersebut membuatnya sesekali harus beristirahat dari tugas-tugas resmi kerajaan.

Penyakit yang tidak dapat disembuhkan itu membuat Mette-Marit semakin sulit bernapas. Ia juga mengalami batuk kering, kelelahan, penurunan berat badan, dan kehilangan nafsu makan. Pada Juni, ia menjalani transplantasi paru-paru.

Saat Haakon dan Mette-Marit berusia 50 tahun pada 2023, NRK mewawancarai Haakon sekaligus menayangkan sejumlah video lama keluarga mereka.

Salah satu video memperlihatkan Haakon bermain gitar sementara Ingrid Alexandra dan Mette-Marit bernyanyi. Video lainnya menunjukkan Haakon dan anak-anaknya menirukan gerakan seorang rapper Norwegia.

Haakon tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan rekaman tersebut. Menurutnya, video-video itu menunjukkan bahwa ketika melakukan sesuatu, dirinya selalu melakukannya dengan sepenuh hati.

Salah satu pekerjaan besar Haakon sebagai raja adalah memperkuat kembali dukungan masyarakat terhadap keluarga kerajaan.

Mayoritas warga Norwegia memang masih mendukung monarki. Namun, tingkat dukungan tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir dan kembali terpukul tahun ini selama persidangan Hoiby.

Masalah reputasi keluarga kerajaan dikaitkan pula dengan kakak Haakon, Martha Louise. Para pengkritiknya menyoroti sejumlah buku yang ditulis Martha Louise, termasuk klaimnya bahwa ia dapat berkomunikasi dengan malaikat.

Martha Louise, yang sebelumnya pernah menikah selama 14 tahun, menikahi Durek Verrett pada 2024. Verrett merupakan warga Amerika Serikat yang dalam situs pribadinya menyebut dirinya sebagai seorang shaman dan penyembuh.

Pada 2022, Martha Louise mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi secara resmi mewakili keluarga kerajaan Norwegia setelah muncul banyak pertanyaan mengenai peran dirinya dan tunangannya.

Jajak pendapat yang diterbitkan surat kabar Norwegia Dagbladet pada akhir 2022 menunjukkan 68 persen responden ingin mempertahankan sistem monarki.

Sebagai perbandingan, ketika NRK mengajukan pertanyaan yang sama pada 2017, dukungan terhadap keluarga kerajaan mencapai 81 persen.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya