Harga Emas Antam Hari Ini 28 Agustus 2026 Turun Rp 5.000, Cek Rincian di Sini

Berikut daftar harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat, (28/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Agustus 2026, 11:47 WIB
Pelanggan melihat perhiasan emas yang tersusun dalam etalase di Galeri 24, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 5.000 pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Dengan demikian, harga emas Antam hari ini merosot Rp 32.000 dalam dua hari.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol ke Rp 2.718.000 per gram. Pada Kamis kemarin, harga emas ditetapkan Rp 2.723.000 per gram.

Demikian juga harga buyback (beli kembali) susut Rp 5.000 menjadi Rp 2.578.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan pemilik emas jika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.409.000
  • 1 gram: Rp 2.718.000
  • 2 gram: Rp 5.386.000
  • 3 gram: Rp 8.061.000
  • 5 gram: Rp 13.405.000
  • 10 gram: Rp 26.730.000
  • 25 gram: Rp 66.660.000
  • 50 gram: Rp 133.155.000
  • 100 gram: Rp 266.160.000
  • 250 gram: Rp 665.090.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.329.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.658.600.000 (pre-order)

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Sebelumnya, harga emas menguat tipis pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026 (Jumat pagi Jakarta). Sementara itu, pasar menantikan pidato ketua The Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat waktu setempat untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneter bank sentral tersebut.

Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 4.609,97 per ons, setelah ditutup turun 1,4% pada Rabu, penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$ 4.664,40.

Harga emas sempat mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini; reli tersebut didorong oleh kekhawatiran baru mengenai penurunan nilai dolar Amerika Serikat (AS) menyusul langkah Departemen Keuangan AS pekan lalu untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang yang lebih lama.

"Saya bersikap bullish (optimistis terhadap kenaikan harga emas) semata-mata karena permintaan saat ini; kita melihat banyak permintaan yang datang dari sisi ETF, serta permintaan dari bank sentral yang menjadikannya aset alternatif selain dolar," tutur Senior Market Strategist, StoneX Bob Haberkorn.

Haberkorn menambahkan, pasar akan tetap berhati-hati sembari para pedagang menantikan pertemuan Jackson Hole yang menjadi sorotan utama.

Pasar kini memusatkan perhatian pada pernyataan Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming pada Jumat. Investor berharap ketua The Fed tersebut akan memanfaatkan pidato perdananya untuk memaparkan peta jalan dalam mengembalikan inflasi ke tingkat target The Fed, serta menjelaskan pandangannya mengenai peran pasar obligasi dalam strategi tersebut.

 

 

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Data yang dirilis Rabu menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS tolok ukur yang digunakan The Fed untuk menetapkan target inflasi naik 3,7% dalam periode 12 bulan hingga Juli, angka yang tidak berubah dibandingkan Juni. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan angka PCE sebesar 3,6%.

Meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September telah turun menjadi hanya 34%, masih terdapat peluang sebesar 74% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan imbal hasil (yield) apa pun.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya