Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengonfirmasi 170 pendaki Gunung Semeru telah dievakuasi dan tiba di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8/2026) sore.
Evakuasi darurat dilakukan menyusul kebakaran hutan yang melanda kawasan Blok Ranu Kembang. Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, memastikan seluruh pendaki tiba dalam kondisi selamat sekitar pukul 14.30 WIB dan telah diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing.
Advertisement
"Proses evakuasi berjalan kondusif dengan pengawalan ketat dari Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) serta petugas TNBTS yang disiagakan di sepanjang jalur penurunan," ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Meski seluruh pendaki telah berhasil dievakuasi, upaya pemadaman kebakaran masih berlangsung. Api yang awalnya muncul di Blok Ranu Kembang telah merembet hingga kawasan Blok Panggonan Cilik.
"Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), Saver, PPGST, Porter, BPBD, TNI, dan Polri, terus melakukan pemadaman api," tambahnya.
Endrip mengatakan tim gabungan saat ini berfokus pada pemadaman secara manual serta pembuatan sekat bakar (firebreak) untuk menahan pergerakan api. Kondisi medan yang curam dan hembusan angin kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Sebagai dampak dari kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS resmi menutup seluruh akses pendakian Gunung Semeru mulai Rabu (27/8/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Keputusan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026," tegasnya.
Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi tim gabungan untuk melakukan penanganan kebakaran yang berada di sekitar jalur utama pendakian.