Liputan6.com, Jakarta - Industri festival musik di kawasan Asia Pasifik mendapat wadah kolaborasi baru. Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA) resmi diperkenalkan, mempertemukan perwakilan industri musik dari sembilan pasar berbeda, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Indonesia, dan Filipina.
Pembentukan asosiasi ini membuka akses lebih luas bagi artis dan audiens untuk saling terhubung, sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan antarfestival dan pelaku industri musik di kawasan tersebut.
Advertisement
Yuta Nomura, organizer CUEW Showcase and Conference, mengungkap sejumlah alasan mengapa pembentukan APIMFA dinilai sebagai langkah yang diperlukan. Termasuk tantangan serupa yang dihadapi pelaku industri di wilayah ini. Karena itulah, diperlukan ekosistem di mana para pelaku industri saling mendukung satu sama lain.
"Kami menyadari bahwa keberadaan ekosistem dapat menciptakan value yang jauh lebih besar dibandingkan festival itu sendiri, karena itulah didirikan APIMFA," tuturnya. dalam konferensi pers yang dihelat di Jakarta, baru-baru ini.
Johnnie Moylett, perwakilan Fuji Rock Festival asal Jepang memberi pendapat senada. "Kolaborasi lintas market menjadi semakin penting bagi perkembangan industri festival di Asia Pasifik. Setiap market memiliki karakter, audiens, dan cara masing-masing dalam membangun pengalaman festival," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan tertulisnya.
Hal lain yang patut diperhitungkan, adalah wilayah Asia Pasifik makin seksi untuk industri festival musik. Dalam data yang dibagikan di konferensi pers, besaran pasar untuk industri ini mencapai 43,4 miliar yen, sementara di Australia mencapai 331,3 juta dolar Australia. Adapun untuk wilayah Asia Tenggara, dampak ekonomi festival musik menyentuh angka 495 juta dolar AS.
Festival Musik dalam APIMFA
Para pendiri APIMFA memiliki rekam jejak panjang di industri ini. Perwakilan China, Shen Yue selaku Vice President Modern Sky, membawa pengalaman mengelola Strawberry Music Festival yang telah menggelar 168 edisi di 50 kota sejak 2009.
Festival ini disebut telah menghadirkan lebih dari 7.500 penampilan artis, dan menarik lebih dari 8 juta pengunjung hingga Juni 2025.
Jepang diwakili Yuta Nomura selaku organizer CUEW Showcase and Conference, platform yang mempertemukan artis Jepang dan Asia dengan profesional musik internasional. Korea Selatan menghadirkan Kwangmin Seo, Project Manager Zandari Festa sekaligus Founder Whaley Time, dengan pengalaman luas di showcase, artist booking, dan cross-border touring.