Liputan6.com, Jakarta - Pernah melihat mobil menepi di pinggir jalan dengan kap mesin mengeluarkan uap? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda mesin mengalami overheat atau panas berlebih.
Masalah mesin overheat sebenarnya tidak selalu berawal dari kerusakan besar. Sistem pendinginan yang kurang terawat hingga kebiasaan pengemudi mengabaikan tanda-tanda kenaikan suhu dapat menjadi pemicunya.
Advertisement
Padahal, menjaga suhu mesin tetap ideal tidak selalu membutuhkan penanganan rumit di bengkel. Pemilik mobil bisa melakukan sejumlah pemeriksaan sederhana secara rutin sebelum maupun sesudah berkendara.
Dilansir dari laman resmi Daihatsu, Jumat (28/8/2026), menjaga kondisi mesin tetap pada suhu kerja ideal dapat dilakukan dengan memperhatikan sejumlah komponen, terutama yang berkaitan dengan sistem pendinginan.
Berikut 10 kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mencegah mesin mobil overheat:
1. Cek Level Cairan Pendingin Secara Berkala
Coolant atau cairan pendingin berperan penting dalam menjaga temperatur mesin. Pemilik mobil sebaiknya rutin memeriksa volume coolant melalui tabung reservoir ketika mesin dalam kondisi dingin.
Jika volumenya berkurang secara drastis dan tidak wajar, jangan sekadar menambahkan cairan. Cari tahu kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin.
Perlu diingat, jangan pernah membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Tekanan dan suhu tinggi di dalam sistem dapat menyebabkan cairan panas menyembur dan membahayakan.
2. Gunakan Coolant Sesuai Spesifikasi
Jangan sembarangan menggunakan cairan untuk sistem pendingin mesin. Air keran, misalnya, tidak dirancang sebagai pengganti coolant dalam penggunaan jangka panjang.
Gunakan cairan pendingin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Coolant yang tepat membantu menjaga sistem radiator sekaligus mengurangi risiko korosi dan terbentuknya endapan.
3. Disiplin Mengganti Oli Mesin
Oli bukan hanya berfungsi sebagai pelumas. Cairan ini juga membantu membawa panas dari berbagai komponen mesin.
Ketika oli sudah kotor atau terlambat diganti, gesekan antarkomponen dapat meningkat. Akibatnya, kerja mesin menjadi lebih berat dan temperatur bisa ikut naik.
Karena itu, lakukan penggantian oli sesuai interval servis yang direkomendasikan untuk kendaraan.
4. Periksa Kondisi Selang Radiator
Selang radiator menjadi bagian penting dalam sirkulasi cairan pendingin. Periksa kondisi fisiknya secara berkala untuk memastikan tidak ada retakan, kebocoran, atau perubahan tekstur.
Selang yang mulai mengeras atau mengalami kerusakan sebaiknya segera diperiksa dan diganti jika diperlukan. Kerusakan kecil yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebocoran dan membuat mesin kehilangan cairan pendingin saat mobil digunakan.
5. Pastikan Kipas Pendingin Berfungsi Normal
Kipas radiator membantu membuang panas dari sistem pendinginan, terutama ketika aliran udara dari laju kendaraan tidak mencukupi.
Jika mesin lebih cepat panas dari biasanya, salah satu komponen yang perlu diperiksa adalah kipas pendingin. Gangguan pada motor kipas, sekring, kabel, atau sistem kelistrikannya dapat membuat proses pelepasan panas tidak optimal.
6. Jaga Kebersihan Bagian Dalam Radiator
Radiator yang dipenuhi kerak atau endapan dapat mengganggu sirkulasi coolant. Kondisi tersebut membuat proses pelepasan panas dari mesin menjadi kurang optimal.
Karena itu, radiator perlu mendapatkan perawatan secara berkala. Jika terdapat indikasi sirkulasi coolant tidak lancar, pemeriksaan lebih lanjut di bengkel dapat dilakukan untuk menentukan apakah radiator perlu dibersihkan.
7. Perhatikan Kondisi Thermostat
Thermostat merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendinginan mesin. Komponen ini mengatur sirkulasi coolant berdasarkan suhu kerja mesin.
Thermostat yang bermasalah dapat membuat aliran cairan pendingin tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dampaknya, temperatur mesin bisa meningkat dan berpotensi memicu overheat.
8. Bersihkan Area Depan Radiator
Bukan hanya bagian dalam yang perlu diperhatikan. Area depan radiator juga harus dijaga kebersihannya.
Daun kering, debu, lumpur, atau kotoran lain yang menempel pada sirip radiator dan kondensor AC dapat menghambat aliran udara dari luar.
Membersihkan area tersebut secara rutin membantu menjaga aliran udara tetap optimal sehingga proses pelepasan panas dapat berlangsung dengan baik.
9. Jangan Paksa Mobil Saat Suhu Mesin Naik
Pengemudi perlu peka terhadap indikator temperatur di panel instrumen. Jika jarum temperatur bergerak naik secara tidak normal atau indikator menunjukkan mesin terlalu panas, jangan memaksakan kendaraan terus berjalan.
Segera cari tempat yang aman untuk menepi dan matikan mesin. Jika sudah muncul uap dari ruang mesin, berikan waktu agar temperatur turun sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan langsung membuka tutup radiator saat mesin masih panas karena dapat berisiko menyebabkan luka akibat semburan cairan bertekanan tinggi.
10. Lakukan Servis Berkala
Pemeriksaan mandiri tetap penting, tetapi tidak semua potensi kerusakan bisa diketahui hanya dengan melihat kondisi komponen.
Servis berkala memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan sistem pendinginan secara lebih menyeluruh. Potensi masalah pada radiator, selang, thermostat, kipas, maupun komponen lain dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan serius.
Jangan Abaikan Tanda Mesin Overheat
Jika indikator temperatur sudah mendekati atau masuk zona merah, jangan menganggapnya sebagai kondisi yang bisa ditunda. Begitu pula jika tercium bau sangit atau terlihat uap dari ruang mesin.
Segera kurangi beban mesin, cari lokasi aman untuk menepi, kemudian matikan mesin. Biarkan temperatur turun secara alami sebelum melakukan pemeriksaan.
Hindari mengambil tindakan yang justru berisiko ketika mesin masih dalam kondisi sangat panas. Jika penyebabnya tidak diketahui atau kondisi kendaraan tidak memungkinkan untuk diperiksa sendiri, sebaiknya minta bantuan teknisi.
Pada akhirnya, mencegah mesin mobil overheat membutuhkan kombinasi antara kebiasaan pemilik kendaraan dan perawatan oleh teknisi. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.
Merawat mobil bukan sekadar menjaga kendaraan tetap bisa digunakan setiap hari. Perawatan rutin juga membantu mempertahankan performa, keandalan, dan nilai guna kendaraan dalam jangka panjang.