Mentan: Antisipasi El Nino Sudah Siap Sejak Awal Era Prabowo

Mentan Amran pastikan strategi ketahanan pangan nasional sudah dimatangkan sejak awal kepemimpinan Prabowo.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 27 Agustus 2026, 16:45 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/Istimewa.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan rangkaian strategi untuk meminimalisasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino, demi menjaga kelangsungan produktivitas pertanian nasional.

Amran menyampaikan bahwa langkah antisipasi terhadap ancaman kemarau panjang ini sebenarnya sudah digodok sejak awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui berbagai program penguatan sektor pangan di seluruh kawasan Indonesia.

"Itu menghadapi kekeringan lahan pertanian sudah diantisipasi sejak awal. Kan kita sudah antisipasi sejak pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran," kata Mentan saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (27/8).

Sejumlah jurus strategis yang dikerahkan pemerintah di antaranya penyiapan jaringan irigasi, pembagian pompa air, pembuatan embung, hingga penyediaan benih tahan kering.

"Kan kita sudah ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, kemudian ada cetak sawah, optimalisasi rawa," ujar Amran.

Upaya ini diwujudkan lewat percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi agar pasokan air ke lahan pertanian sentra pangan tetap mengalir selama kemarau. Program pompanisasi juga diperluas untuk memudahkan petani mengambil air dari sumber terdekat, sehingga proses tanam tak terganggu.

Bangun Embung dan Penampungan Cadangan Air

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Dok Bakom

Selain itu, Kementan gencar membangun embung sebagai tempat penampungan air cadangan di daerah rawan kekeringan, menyalurkan benih padi yang tahan cuaca kering, serta menjalankan program cetak sawah dan optimalisasi rawa guna memperluas area tanam nasional.

"Nah, itu bentuk antisipasi dari pada kekeringan. Alhamdulillah hari ini stok (beras) kita (yang dikelola Perum Bulog) masih ada 5 juta ton. Jadi aman," beber Amran.

Meski tidak membeberkan detail jumlah unit irigasi maupun bantuan pompa yang sudah disalurkan, Mentan memastikan seluruh persiapan telah matang. Ia juga mengungkapkan bahwa dampak kekeringan sejauh ini tergolong minim. Dari total 11 juta hektare luas tanam nasional, lahan yang terdampak kemarau hanya berkisar 30 ribu hektare. 

"Laporan terakhir kami terima, itu paling terakhir itu 30 ribuan hektare. Itu kecil karena luas tanam kita 11 juta (hektare). Kecil. Insya Allah tidak (mempengaruhi produktivitas pertanian)," kata Amran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya