Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia musik country. Legenda musik Dolly Parton dikonfirmasi meninggal dunia pada usia 80 tahun, Selasa (25/8/2026), usai menjalani perjuangan singkat melawan kanker.
Kabar ini pertama kali diumumkan oleh keponakannya, Bryan Seaver, lewat video di Instagram pada hari yang sama. Pihak perwakilan Dolly Parton turut mengonfirmasi kabar duka ini kepada PEOPLE, meski tidak merinci jenis kanker yang dideritanya.
Advertisement
Pernyataan Resmi Keluarga Dolly Parton
Dalam pernyataan resminya kepada PEOPLE, pihak keluarga menyebut Dolly Parton telah menghabiskan hidup dan kariernya untuk membawa kebahagiaan, tawa, harapan, serta ketulusan lewat segala hal yang ia sentuh, sekaligus menyoroti kedermawanannya yang menjangkau kehidupan tak terhitung banyak orang. Pernyataan itu juga menyebut warisan program Imagination Library yang telah menyumbangkan ratusan juta buku, serta kontribusinya dalam pendanaan riset yang membantu terciptanya vaksin penyelamat nyawa yang digunakan di seluruh dunia.
"Dolly menutup mata untuk selamanya hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dikelilingi orang-orang yang ia cintai," demikian bunyi penutup pernyataan pihak keluarga, yang menandai akhir perjalanan hidup sang legenda.
Sempat Dirawat Empat Hari Sebelum Meninggal
Dolly Parton diketahui masuk ke Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville pada Jumat (21/8/2026), dan meninggal dunia empat hari kemudian. Sebelum kepergiannya, ia juga diketahui tengah menghadapi masalah kesehatan ginjal dan gangguan autoimun.
Dalam video pengumuman dukanya, Bryan Seaver memperkenalkan dirinya sebagai putra dari Cassie Parton yang mewakili keluarga besar Parton dan Owens untuk mengumumkan kepergian sang bibi. Ia menyebut video pengumuman tersebut memang sudah diminta Dolly sendiri untuk dibuat bertahun-tahun sebelumnya. "Kesedihan ini milik kami, bukan milik Dolly," ucap Seaver, menegaskan keyakinannya bahwa Dolly kini telah tenang di sisi Tuhan bersama mendiang suaminya, Carl, dan orang-orang tercinta lain yang telah lebih dulu berpulang.
Sempat Bicara Soal Kondisi Kesehatannya
Hanya beberapa hari sebelum meninggal, Dolly Parton sempat mengakui penurunan kondisi kesehatannya lewat wawancara dengan PEOPLE. Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat kurang memperhatikan masalah kesehatannya sendiri karena sibuk merawat sang suami, Carl, sembari mengenang bahwa dirinya pernah menghadapi masa-masa sulit serupa terkait kesehatan di masa lalu, termasuk pada awal era 1980-an.
"Aku masih dalam pemulihan, tapi aku masih terus bekerja!" ujarnya optimis kala itu.
Warisan Karier Sang Legenda Country
Dolly Parton dikenal luas sebagai artis musik country wanita terlaris sepanjang masa, dengan penjualan album lebih dari 160 juta kopi di seluruh dunia. Kariernya bermula lewat album debut "Hello, I'm Dolly" pada 1967, sebelum akhirnya melahirkan sederet lagu ikonik seperti "I Will Always Love You", "9 to 5", dan "Jolene" yang melekat lintas generasi.
Dolly Parton lebih dulu ditinggalkan suaminya, Carl Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025 setelah hampir 60 tahun mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Kala itu, Dolly mengenang kebersamaan mereka lewat unggahan Instagram, menyebut kata-kata tak akan pernah cukup untuk menggambarkan cinta yang mereka bagi selama lebih dari enam dekade.