Harga Bitcoin Sentuh Level Ini Resmi Masuk Fase Bullish

CryptoQuant menyebutkan dua faktor yang mendorong harga bitcoin sempat sentuh US$ 81.000.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Agustus 2026, 17:41 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC) telah memasuki fase awal pasar "bullish" baru setelah mengalami kenaikan lebih dari 25% sejak awal pekan lalu. Namun, menurut perusahaan analitik on-chain CryptoQuant menyebutkan, aset ini masih perlu ditutup di atas rata-rata pergerakan 365 hari ini yang saat ini berada di kisaran US$ 83.000 atau Rp 1,47 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.780) atau untuk resmi masuk fase bullish.

Mengutip the block, Kamis, (27/8/2026), perusahaan analitik on-chain tersebut menyatakan, harga Bitcoin sempat menembus US$ 81.000 atau Rp 1,43 miliar pekan ini akibat dua katalis makro. Pertama, rencana Departemen Keuangan AS untuk melipatgandakan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang menjadi US$ 4 miliar atau Rp 71,1 triliun per operasi mulai 9 September.

Kedua, komentar Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa pemerintah AS mungkin sedang mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin.

"Secara historis, pasar bullish Bitcoin 'secara resmi' dimulai ketika harga melampaui rata-rata pergerakan 365 hari (garis merah pada grafik), dan pasar bearish dimulai saat harga turun di bawahnyasebuah sinyal pasti dalam siklus-siklus sebelumnya (ditandai dengan tanda silang hitam pada grafik)," ujar Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, dalam laporan Selasa.

"Harga ditutup pada level US$ 79.000, atau sekitar 5% di bawah rata-rata pergerakan 365 hari yang kini berada di angka US$ 83.100. Penembusan yang meyakinkan di atas US$ 83.100 akan mengonfirmasi dimulainya pasar bullish baru; hingga saat itu tiba, level tersebut kemungkinan akan bertindak sebagai titik resistensi awal, dengan adanya potensi koreksi di tahap awal pasar bullish ini,” demikian seperti dikutip dari the block.

 

 

Faktor Permintaan

Harga Bitcoin (Foto: Freepik)

CryptoQuant menyebutkan Bull Score juga melonjak dari 30 menjadi 80 dalam satu minggu; ini merupakan angka tertinggi sejak 6 Oktober 2025, saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 124.000. Perusahaan tersebut menyatakan delapan dari 10 metrik on-chain, pasar, dan valuasi yang membentuk skor tersebut kini menunjukkan sinyal bullish.

Menurut CryptoQuant, faktor permintaan juga turut mendukung perubahan tren ini. Perusahaan tersebut mencatat bahwa permintaan pasar spot yang terlihat (apparent spot demand) sedang tumbuh dengan laju bulanan tercepat sejak akhir Desember. Permintaan pasar spot dan futures juga meningkat secara bersamaan untuk pertama kalinya sejak awal Oktober 2025, saat Bitcoin mencapai rekor harga tertinggi sebelumnya.

CryptoQuant menilai kondisi tersebut mencerminkan "akumulasi spot yang nyata disertai dengan kembalinya penggunaan leverage." Kondisi overheated dalam jangka pendek'

 

Pasar Tampak Overheat

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Namun, perusahaan tersebut menyatakan pasar tampak mengalami overheat (panas berlebih) dalam jangka pendek. Margin keuntungan yang belum direalisasikan (unrealized profit) milik para pedagang telah naik menjadi 20,5%, level tertinggi sejak Juni 2025. Perusahaan menyebutkan secara historis, tingkat keuntungan serupa mendorong pedagang untuk merealisasikan keuntungan mereka, yang kemudian menambah tekanan jual.

Pemegang aset jangka pendek, atau whale "baru", juga mulai merealisasikan keuntungan, menurut catatan CryptoQuant. Perusahaan tersebut menyatakan para pemegang ini mencatatkan keuntungan terealisasi sebesar US$ 1,2 miliar antara 20 hingga 22 Agustus, termasuk rekor keuntungan satu hari sebesar US$ 614 juta pada 20 Agustus saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran harga US$ 78.000 hingga US$ 79.000.

Arus masuk aset ke bursa (exchange inflows) juga meningkat pada berbagai aset kripto utama. Arus masuk Bitcoin naik menjadi sekitar 53.000 BTC, tertinggi sejak 5 Juni sementara arus masuk Ether melonjak menjadi sekitar 1,7 juta ETH, yang juga merupakan angka tertinggi sejak 5 Juni.

 

Arus Masuk

Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)

Arus masuk whale XRP meningkat menjadi sekitar 460 juta XRP level tertinggi sejak Februari sedangkan transaksi kumulatif 7 hari untuk altcoin naik menjadi sekitar 39.000 transaksi deposit (tertinggi sejak awal Juli), dengan sebagian besar transaksi ditujukan ke Binance, ungkap CryptoQuant.

"Ketika pemegang aset mentransfer Bitcoin (atau ETH, XRP, dan aset lainnya) ke bursa terutama jika terjadi lonjakan tiba-tiba setelah reli harga yang tajam hal ini mengindikasikan adanya niat untuk mendistribusikan aset, mengambil keuntungan, atau melakukan lindung nilai (hedging), serta meningkatkan jumlah pasokan aset yang siap untuk dijual," jelas CryptoQuant.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya