Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia-Pasifik bergerak menguat pada awal perdagangan Kamis (27/8/2026). Investor mencermati kinerja Nvidia serta perkembangan terbaru dari pasar saham Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,49%, sedangkan Topix menguat 0,15%. Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih besar, dengan Kospi melonjak 2,48% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,06%.
Advertisement
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak sedikit lebih rendah.
Sentimen positif di pasar turut dipengaruhi laporan kinerja Nvidia yang melampaui ekspektasi analis. Perusahaan semikonduktor tersebut juga memberikan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Saham Nvidia melonjak lebih dari 4% dalam perdagangan setelah pasar ditutup. Pendapatan kuartal fiskal II perusahaan tercatat lebih dari dua kali lipat dan melampaui proyeksi analis dengan selisih terbesar dalam dua tahun.
Kinerja tersebut berpotensi mengakhiri pola penurunan saham Nvidia meski perusahaan membukukan hasil di atas ekspektasi.
Saham Nvidia Jadi Perhatian Investor Global
Sebelum laporan keuangan dirilis, saham Nvidia justru turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu. Penurunan tersebut menjadi hari kedelapan dalam sembilan sesi perdagangan terakhir.
Senior Securities Analyst Laffer Tengler Investments Jamie Meyers menilai saham Nvidia masih menarik bagi investor dengan orientasi jangka panjang.
“Bagi kami sebagai investor jangka panjang, saham ini terlalu murah untuk diabaikan,” kata Meyers.
“Yang perlu terjadi hanyalah kelipatan valuasinya bergerak ke depan, dan saham ini seharusnya berkinerja baik seiring waktu,” lanjutnya.
Selain Nvidia, saham perusahaan teknologi lainnya juga mencatat penguatan. Saham Salesforce melonjak 13% setelah pendapatannya pada kuartal II melampaui perkiraan Wall Street.
Saham Okta bahkan melonjak lebih dari 20% setelah mencatat kinerja di atas ekspektasi analis. Perusahaan tersebut juga melaporkan lonjakan permintaan yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI) agentik.
Pergerakan saham teknologi AS menjadi perhatian investor karena dapat memberikan sentimen bagi pasar saham global, termasuk bursa Asia.
Bursa Asia Dibayangi Agenda The Fed di Jackson Hole
Tiga indeks utama Wall Street mengakhiri perdagangan Rabu dengan perubahan terbatas. Investor tidak hanya mencermati laporan keuangan perusahaan, tetapi juga bersiap menghadapi simposium tahunan Federal Reserve (The Fed) di Jackson Hole, Wyoming.
Simposium tersebut dimulai Kamis dan menjadi salah satu agenda penting bagi pasar karena pernyataan pejabat The Fed dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Investor juga akan mencermati laporan keuangan Best Buy yang dijadwalkan dirilis sebelum pembukaan perdagangan Kamis.
Setelah perdagangan ditutup, laporan kinerja Workday, Affirm, dan Gap juga akan menjadi perhatian pasar.
Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor di bursa Asia. Selain kinerja perusahaan teknologi, pelaku pasar akan mencermati prospek suku bunga AS dan dampaknya terhadap aset berisiko.