Warga Tegal Alur 2 Tahun Gunakan Jembatan Bambu, DPRD DKI Bertindak

Warga terpaksa memakai jembatan bambu selama dua tahun.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 26 Agustus 2026, 18:13 WIB
Warga Tegal Alur gunakan jembatan bambu. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Gias Kumari Putra mendesak perbaikan akses warga di Gang Perkutut, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Selama dua tahun, warga menggunakan jembatan bambu sebagai akses penyeberangan.

Gias mengatakan jembatan penghubung yang sebelumnya terbuat dari beton dibongkar untuk memberikan akses bagi kendaraan alat berat dalam pengerjaan normalisasi saluran. Namun, hingga kini jembatan tersebut belum dibangun kembali.

Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jembatan bambu yang dibangun secara swadaya untuk menyeberangi Kali Semongol. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga menuju pasar dan sejumlah wilayah di sekitar permukiman terganggu.

“Warga akhirnya menggunakan jembatan yang kurang layak. Karena itu, kami mendorong agar segera ada solusi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat,” ujar Gias dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gias, Pemprov DKI Jakarta tidak perlu menunggu pembangunan jembatan permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah bersama pelaksana proyek dapat terlebih dahulu menyediakan jembatan sementara yang lebih layak dan aman bagi warga.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak SDA dan Adhi Karya. Minimal dalam waktu dekat ada yang bisa dikerjakan, misalnya membangun jembatan sementara yang lebih layak dan aman digunakan masyarakat,” jelasnya.

 

Pertimbangkan Masyarakat

2 Tahun Pakai Jembatan Bambu, DPRD DKI Desak Akses Warga Tegal Alur Segera Diperbaiki

Dia menilai proyek normalisasi saluran memang penting untuk kepentingan lingkungan dan pengendalian banjir. Namun, pelaksanaan proyek juga harus mempertimbangkan akses dasar masyarakat yang terdampak.

“Dalam waktu sekitar satu bulan sudah ada langkah konkret yang bisa dilakukan, minimal jembatan sementara yang lebih layak. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana warga bisa kembali menyeberang dengan aman dan layak. Kita akan dorong bersama-sama agar persoalan ini segera diselesaikan,” kata Gias.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya