Liputan6.com, Jakarta - Tim Alfa TNI dikerahkan untuk menyisir sekaligus memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung.
Sebelum personel diterjunkan, tim gabungan melakukan pemantauan menggunakan drone dan kamera termal untuk menemukan titik panas yang diduga masih menyimpan bara api.
Advertisement
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pengerahan Tim Alfa dilakukan setelah lokasi yang masih berpotensi terbakar dipetakan.
"Hari ini kita melanjutkan terus proses pemadaman api, spot-spot yang masih memungkinkan terjadi kebakaran," kata Kristomei, Rabu (26/8/2026).
Menurut Kristomei, pemantauan menggunakan kamera termal dilakukan untuk mendeteksi perbedaan suhu antara titik tertentu dengan kondisi tanah di sekitarnya. Titik dengan suhu tinggi kemudian ditandai untuk ditindaklanjuti.
"Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan termal, di mana kira-kira titik-titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menimbulkan kebakaran," jelasnya.
Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi personel untuk menentukan lokasi yang harus disisir. Tim Alfa kemudian diarahkan menuju area yang sulit dijangkau pasukan melalui jalur darat.
"Sesuai instruksi dari Bapak Presiden dan Panglima TNI, kita terjunkan di tempat-tempat yang masih memungkinkan hotspot itu ada, sehingga bisa lebih mempercepat proses pemadaman api," ujarnya.
Libatkan Berbagai Unsur
Penanganan karhutla di kawasan TNWK tidak hanya melibatkan personel TNI. Operasi tersebut dilakukan bersama sejumlah unsur, mulai dari pemerintah daerah, Polda, Kodam, pemerintah kabupaten, balai taman nasional hingga unsur kehutanan.
Kristomei mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru di kawasan konservasi tersebut.
"Ini bentuk kolaborasi kita bersama dalam rangka kita mempercepat proses pemadaman, sehingga tidak ada lagi titik-titik api yang memungkinkan terjadinya kebakaran," sebutnya.
Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga dilakukan dari udara. Water bombing disiapkan untuk menyasar sejumlah titik panas yang terdeteksi dari hasil pemantauan drone.
Drone semprot dengan berbagai kapasitas juga dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit didatangi personel.
"Sore ini juga kita datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki," ujar Kristomei.
Lindungi Satwa di Way Kambas
Penanganan karhutla di TNWK menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa dilindungi.
Kristomei mengatakan upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan berdampak terhadap satwa yang berada di kawasan konservasi tersebut.
"Kita bisa mengamankan taman nasional ini, termasuk mencegah jangan sampai adanya hewan-hewan yang memang kita lindungi, gajah-gajah yang kita lindungi, badak, terdampak dari kebakaran hutan ini," tegasnya.
Pemadaman terus dilakukan untuk memastikan titik panas dan bara yang tersisa tidak kembali berkembang menjadi kebakaran. Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk melindungi ekosistem dan satwa liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas.