Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok mengklaim sejumlah bus yang membawa massa dari Pati menuju Jakarta sempat dicegat polisi. Sebelumnya, dia juga menyebut beberapa penyedia bus membatalkan sewa secara sepihak.
Botok mengatakan AMPB awalnya telah menyewa sembilan bus untuk membawa masyarakat Pati ke Jakarta. Namun, dua hari sebelum keberangkatan, dua bus dibatalkan oleh pihak penyedia.
Advertisement
"Kita sudah sewa bus, 9 bus kita sudah sewa, kita sudah DP, ternyata 2 hari dibatalkan karena diintervensi oleh pihak kepolisian," kata Botok di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Setelah itu, AMPB kembali menyewa enam bus dan membayar uang muka. Namun, sehari kemudian, pihak penyedia kembali membatalkan sewa tersebut.
Botok kemudian mengatakan pihaknya mendapatkan lima bus dengan pembayaran secara tunai. AMPB juga membuat perjanjian dengan penyedia bus yang memuat ketentuan denda apabila terjadi pembatalan.
"Kemarin kita dapat 5 bus, kita bayar kontan, terus kita membuat surat perjanjian kalau pihak bus membatalkan harus berani menanggung atau didenda tiga kali lipat dari biaya sewa," ujarnya.
Menurut Botok, setelah perjanjian tersebut dibuat, penyedia bus tetap mendapat intimidasi dari pihak kepolisian.
Namun, mereka tidak membatalkan sewa karena terikat dengan perjanjian yang mencantumkan denda tiga kali lipat dari biaya sewa.
Hanya 5 Bus Berangkat ke Jakarta
Lima bus tersebut kemudian berangkat dari Pati pada Rabu (26/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam perjalanan menuju Jakarta, Botok mengklaim rombongan kembali sempat dicegat polisi.
"Dicegat oleh pihak kepolisian, terus tadi kita koordinasi, akhirnya teman-teman sekarang sudah mulai jalan lagi, sudah aman," kata dia.
Botok mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian setelah bus tersebut dicegat. Setelah itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Dia memperkirakan lima bus yang membawa masyarakat Pati tersebut tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00 WIB.