Viral, Penjual Pancake Ini Selipkan Uang untuk Anak yang Jalani Kemoterapi

Sang pemilik merek kios tersebut ikut menyumbangkan penghasilannya. Apa alasan ia melakukan aksi tersebut?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 28 Agustus 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi Kios Makanan (Unsplash)

Liputan6.com, Beijing - Seorang penjual makanan kaki lima di China mendapat perhatian setelah diam-diam menyelipkan uang tunai 100 yuan atau sekitar Rp 263 ribu ke dalam pesanan keluarga yang anaknya sedang menjalani kemoterapi.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (28/8/2026), aksi tersebut dilakukan Wang Xianhuang, penjual pancake telur di Hefei, Provinsi Anhui, pada 17 Agustus.

Saat menerima pesanan, Wang melihat catatan dari keluarga tersebut yang berbunyi, “Untuk seorang anak yang sedang menjalani kemoterapi. Tolong jangan pakai irisan rumput laut atau selada. Setengahnya dibuat tanpa bumbu pedas.”

Pesan tersebut menyentuh hati Wang. Ia kemudian menambahkan dua botol susu kedelai secara gratis dan menyelipkan uang tunai 100 yuan ke dalam pesanan.

Ayah anak tersebut, Zhu, merasa terharu dan membagikan kisah itu di internet. Putranya yang berusia empat tahun, Haolin, didiagnosis menderita leukemia pada Februari lalu dan kini masih menjalani pengobatan.

“Orang asing menunjukkan empatinya kepada seorang anak yang sakit. Selalu ada kehangatan di dunia ini yang bisa mencerahkan hari-hari yang paling gelap sekalipun,” tulis Zhu dalam unggahannya.

Bagi Wang, uang tersebut bukanlah jumlah yang kecil. Nilainya setara dengan keuntungan yang biasanya ia peroleh selama sekitar empat hari berjualan.

Pedagang berusia 33 tahun itu diketahui memiliki utang usaha lebih dari 200 ribu yuan atau sekitar Rp 527,7 juta. Ia juga pernah melalui masa sulit hingga harus tidur di warnet dan menggunakan keran wastafel untuk mendapatkan air minum.

Toko Wang Ramai Pengunjung

Ilustrasi Kamar Rumah Sakit (Pixabay)

Setelah kisahnya viral, pelanggan dari seluruh penjuru China mulai berbondong-bondong mendatangi kiosnya, mengubah kios yang dulunya sepi menjadi tempat nongkrong populer di daerah tersebut dengan antrean panjang yang terbentuk.

Jumlah pesanan antar dan penjualan langsung dilaporkan naik dua kali lipat. Sementara itu, beberapa pelanggan yang tidak dapat datang langsung memesan makanan secara online untuk disumbangkan kepada petugas kebersihan dan kurir pengiriman.

Pada 22 Agustus, Wang mengunjungi Haolin di rumah sakit, di mana anak itu dengan manis memanggilnya “Paman Pancake Telur.”

Wang menyumbangkan seluruh penghasilannya dari kios dalam beberapa hari terakhir, beserta sebuah penghargaan dari media dengan total 8,100 yuan (Rp 21,3 juta) kepada keluarga tersebut.

Saat pertama kali ia melihat foto-foto Haolin di rumah sakit, dengan selang-selang medis terpasang, Wang mengungkapkan kesedihan yang mendalam. “Saya berharap setiap anak di dunia dapat tumbuh besar dengan sehat dan terbebas dari penyakit.”

Menurut sang ayah, kondisi Haolin sekarang sudah stabil, meskipun masih membutuhkan perawatan lanjutan selama 18 bulan.

Shu Zhizhong, pendiri merek pancake telur tempat Wang bekerja, juga menyumbangkan 2,000 yuan (Rp 5,2 juta) kepada keluarga anak tersebut. Shu berkata bahwa toko tersebut akan memberikan hadiah uang tunai kepada Wang dan meluncurkan program makanan gratis bagi para pekerja lapangan.

“Ini cerita yang bisa memberi kebahagiaan secara online,” tulis seorang pengguna. “Aksi kebaikan sekecil apapun bisa menjadi besar berkat internet, sehingga kehangatan yang ditimbulkannya menyebar jauh melampaui tindakan awal tersebut.”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya