IMF Sebut Ekonomi Global Tangguh Hadapi Guncangan, Tapi Waspadai Ini

IMF menyebut perekonomian global tengah berada di antara dua tekanan, yakni terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk dan pertumbuhan ekonomi.

oleh NurmayantiDiterbitkan 26 Agustus 2026, 13:45 WIB
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva Dok: Twitter @KGeorgieva

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi global dinilai mampu menghadapi guncangan energi akibat perang Iran lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, meningkatnya utang publik, inflasi yang masih bertahan, dan kenaikan imbal hasil obligasi tetap menjadi ancaman serius terhadap perekonomian global.

Ini diungkapkan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva jelang pertemuan dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Asheville, North Carolina, Georgieva, pekan depan.

Melansir laman nationthailand.com, Rabu (26/8/2026), dia mengatakan perekonomian global tengah berada di antara dua tekanan, yakni terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk dan pertumbuhan ekonomi yang didorong investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Investasi AI yang sebelumnya terkonsentrasi di Amerika Serikat kini mulai menyebar ke negara-negara lain melalui pembangunan pusat data dan peningkatan produksi perangkat keras terkait AI.

Georgieva mengatakan risiko terhadap prospek ekonomi global kini lebih seimbang dibandingkan April lalu, tetapi masih cenderung mengarah ke sisi negatif.

Di mana, tekanan fiskal terus meningkat, sementara bank sentral kemungkinan harus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

“Ekonomi global terus mampu bertahan menghadapi tekanan dari tingginya utang, inflasi yang persisten, dan ketegangan perdagangan,” ujar Georgieva.

Dia menambahkan bahwa perekonomian global mampu menghadapi gangguan energi akibat penutupan Selat Hormuz lebih baik daripada yang dikhawatirkan IMF.

Dampak gangguan tersebut berhasil diredam oleh pelepasan cadangan minyak dan gas, peningkatan pasokan energi dari luar kawasan Teluk, penurunan permintaan, bertambahnya kapasitas energi terbarukan, serta kembali digunakannya batu bara di sejumlah negara.

AI Untungkan Perusahaan

Logo IMF. (Foto: aim.org)

Georgieva mengatakan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) terus mendukung peningkatan laba perusahaan dan belanja konsumen di Amerika Serikat.

Negara-negara lain juga mempercepat pembangunan pusat data serta meningkatkan kapasitas produksi perangkat keras yang berkaitan dengan AI.

Kondisi tersebut membuat kontribusi sektor teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi global semakin meluas, tidak lagi hanya berasal dari Amerika Serikat.

Dalam pengarahan tersebut, IMF tidak merilis proyeksi ekonomi global terbaru. Pada Juli lalu, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0%.

Penurunan tersebut didorong oleh risiko dari perang di Timur Tengah, fragmentasi perdagangan, serta ketidakpastian terkait investasi AI.

Pembaruan proyeksi berikutnya dijadwalkan pada pertengahan Oktober, bertepatan dengan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya