Liputan6.com, Jakarta - Manchester United resmi mendatangkan Carlos Baleba dari Brighton dengan nilai transfer hingga 70 juta poundsterling (sekitar Rp1,56 triliun). Gelandang Timnas Kamerun berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2031 dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Kedatangan Baleba menjadi bagian dari perombakan besar lini tengah Manchester United pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, klub asuhan Michael Carrick tersebut juga merekrut Youri Tielemans dan Andrey Santos sehingga total investasi untuk sektor tengah mendekati 150 juta poundsterling.
Advertisement
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Manchester United membutuhkan gelandang bertahan, melainkan bagaimana Baleba akan bekerja bersama Bruno Fernandes dan Tielemans. Komposisi tersebut memberi Carrick peluang membangun lini tengah yang lebih seimbang antara kreativitas, mobilitas, serta kekuatan dalam duel.
Mengapa Manchester United Butuh Perubahan Besar?
Musim lalu, Bruno Fernandes menjadi sumber kreativitas utama Manchester United setelah mencatat 21 assist di Premier League. Di belakangnya, Casemiro dan Manuel Ugarte lebih banyak menjalankan tugas defensif, tetapi keterbatasan mobilitas serta distribusi bola membuat keseimbangan lini tengah belum ideal.
Manchester United kini membutuhkan kemampuan menguasai pertandingan ketika lawan bertahan lebih dalam. Baleba dapat memberikan energi dan jangkauan pergerakan yang lebih luas sehingga Fernandes memiliki ruang lebih besar untuk beroperasi di area menyerang.
Peran Baleba di Lini Tengah
Baleba memiliki karakter sebagai gelandang yang agresif dalam merebut bola, mampu menutup area luas, serta kuat dalam duel fisik. Profil tersebut berbeda dari Tielemans yang lebih cocok menjalankan fungsi sebagai pengatur permainan dan penghubung antarlini.
Pemain asal Kamerun itu tetap memiliki aspek yang perlu diperbaiki, terutama ketika terlalu agresif naik untuk merebut bola. Namun, agresivitas tersebut berpotensi menjadi keuntungan bagi Manchester United ketika menghadapi serangan balik selama Baleba mampu membaca situasi dengan lebih baik.
Formasi 4-2-3-1 Jadi Opsi Utama
Dalam pola 4-2-3-1, Baleba berpeluang membentuk poros bersama Tielemans dengan Fernandes berada di depan mereka. Struktur tersebut memungkinkan Baleba fokus menjaga keseimbangan dan menutup ruang, sementara Tielemans mendapat kebebasan lebih besar untuk mengalirkan bola ke lini serang.
Baleba bukan pemain yang akan memberikan banyak kreativitas ofensif, tetapi dia akan membuat kehidupan 10 pemain lain di timnya menjadi lebih mudah. Ia juga memiliki ledakan akselerasi, kecepatan, kekuatan di udara, serta kemampuan merebut bola yang sangat baik.
Dengan karakter tersebut, Baleba bukan sekadar tambahan mahal bagi Manchester United, melainkan bagian penting dari struktur baru lini tengah mereka. Jika mampu berkembang dalam membaca permainan, ia dapat menjadi fondasi yang memungkinkan Fernandes dan Tielemans memainkan kekuatan terbaik mereka.
Sumber: NBC Sports