TNI Turunkan 5 Jenis Helikopter Atasi Kebakaran Hutan di Kalsel

Operasi udara diprioritaskan di Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 25 Agustus 2026, 19:20 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut di Kubu Raya. (Foto AP/Stefanus Taman)

Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan sejumlah helikopter untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama di wilayah prioritas Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan telah dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

"Sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan telah dikerahkan, di antaranya Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH," kata Hilman di Banjarbaru, Selasa (25/8/2026).

Menurut Hilman, armada udara tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasi, termasuk pemadaman dengan metode water bombing, pemantauan, serta memberikan dukungan kepada personel Satgas Darat.

Dukungan dari udara dinilai penting untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau personel dan kendaraan pemadam karena kondisi medan.

Sementara helikopter menjalankan operasi dari udara, personel di darat terus melakukan pemadaman, penyekatan, dan pemantauan terhadap perkembangan titik api.

"Perpaduan kemampuan udara dan kekuatan personel di lapangan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan, sekaligus mencegah api kembali meluas," kata Hilman.

 

Sinergi Lintas Instansi

Helikopter TNI AU dan gabungan melakukan bom air di lokasi karhutla di Banjarbaru, Selasa (25/8/2026). (ANTARA)

Dia mengatakan keterlibatan personel Lanud Sjamsudin Noor dalam penanggulangan karhutla merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Menurut dia, upaya penanganan karhutla juga membutuhkan kolaborasi antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah, dan masyarakat.

Setiap unsur memiliki peran masing-masing, mulai dari pemadaman dan pengendalian api di darat, dukungan operasi udara, pemantauan, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

"Personel bergerak di darat, helikopter bekerja dari udara, inilah wujud nyata bakti TNI AU untuk negeri," ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya