Gempa NTT, Kementerian Kelautan Validasi Data Nelayan hingga Kerusakan Kapal

KKP juga memeriksa kondisi fasilitas sehingga fasilitas dinyatakan aman untuk mendukung aktivitas masyarakat usai gempa NTT.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Agustus 2026, 17:47 WIB
Kondisi di sala satu pelabuhan di NTT Pasca gempa M 7,7. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Validasi data nelayan dan anak buah kapal (ABK), kapal alat tangkap hingga fasilitas perikanan yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Mengutip Antara, Selasa, (25/8/2026), Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati menuturkan, proses pendataan (assessment) dan validasi dilakukan untuk mengetahui dampak bencana terhadap masyarakat serta aktivitas usaha perikanan di wilayah terdampak.

"Assessment terus dilakukan, termasuk percepatan validasi data nelayan dan anak buah kapal, kapal, alat tangkap, fasilitas perikanan, korban, pengungsi, hingga nilai kerugian usaha masyarakat," kata  Ayu dikutip dari Antara.

Selain pendataan, Ayu mengatakan, Satgas Tanggap Bencana KKP memprioritaskan pemeriksaan teknis terhadap sejumlah fasilitas perikanan terdampak, termasuk Pelabuhan Perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan Alok.

Satgas Tanggap Bencana KKP melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi fasilitas sehingga fasilitas yang dinyatakan aman dapat segera difungsikan kembali untuk mendukung aktivitas masyarakat perikanan.

Ayu menuturkan, Satgas Tanggap Bencana KKP masih aktif melakukan assessment, validasi data, dan koordinasi lapangan bersama unit pelaksana teknis (UPT) KKP serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, KKP menyatakan terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana melalui koordinasi dengan BNPB. Bantuan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi dan perempuan, perlengkapan kebersihan, serta sarana pendukung lainnya.

Bantuan natura tahap III yang diserahkan kepada Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 Agustus 2026 antara lain terdiri atas 650 sarung, 8.100 popok bayi, 9.600 pembalut wanita, 1.440 sikat gigi, 2.880 pasta gigi, 800 sabun mandi, dan 624 sachet detergen.

 

KKP Himpun Donasi

KKP juga menghimpun donasi untuk membantu masyarakat terdampak. Hingga 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, total donasi uang yang terkumpul mencapai Rp920 juta.

Dari jumlah itu, Rp 104,29 juta telah dipakai untuk belanja paket bantuan sembako melalui Kendari dan R p48,66 juta untuk belanja paket bantuan melalui posko pusat. Seiring hal itu, dana yang masih tersedia mencapai sekitar Rp 767,06 juta.

KKP menyebutkan, bantuan dan donasi akan terus dikelola secara transparan dan disalurkan berdasarkan hasil assessment kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya